Ini 6 Kecamatan di Purwakarta yang Bakal Lakukan PSBB

Ini 6 Kecamatan di Purwakarta yang Bakal Lakukan PSBB

INILAH, Purwakarta – Sedikitnya enam wilayah kecamatan di Kabupaten Purwakarta akan diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Surat keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.oL.07 I MENKES/28g I 2020, menjadi dasar hukumnya. Bukan hanya Purwakarta, melalui surat tersebut hamper seluruh daerah di Jabar memberlakukan kebijakan tersebut.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, pemberlakuan PSBB di wilayahnya bersifat parsial atau tidak secara total. Selain itu, dari 17 kecamatan yang ada, hanya di 6 kecamatan saja yang akan diberlakukan pembatasan tersebut. Rencananya, mulai Rabu (6/5/2020) ini, PSBB tersebut diberlakukan hingga 14 hari kedepan.

“Rencananya, besok dan Selasa kami akan melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait PSBB ini. Terutama masyarakat di enam kecamatan tersebut,” ujar Anne kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Anne menjelaskan, saat ini pihaknya bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat masih melakukan pembahasan mengenai hal tersebut. Karena menurutnya, pemberlakuan PSBB ini harus disiapkan secara matang supaya berjalan dengan lancar.

Terkait ke enam kecamatan yang akan diberlakukan PSBB yang dimaksud, kata dia, masing-masing Kecamatan Purwakarta, Jatiluhur, Babakan Cikao, Campaka, Bungursari, dan Pasawahan. Penterapan wilayah tersebut, merujuk pada data penyebaran covid-19 yang ada di wilayah-wilayah tersebut.

“Ini, sebagai bagian dari upaya antisipasi, penanggulangan dan pencegahan menyebarnya wabah virus corona di wilayah kami,” jelas dia.

Selain PSBB di enam kecamatan itu, sambung Anne, jajaran Forkopimda dan gugus tugas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di wilayahnya, juga akan melakukan pembatasan di jalur-jalur krusial dan jalur penghubung antar kabupaten. Salah satunya, menyiapkan posko cek point.

“Di kita ada tiga tiga gerbang tol. Kita siapkan posko cek poin di sana. Termasuk di jalur perbatasan. Misalnya, jalur Purwakarta-Bandung via Padalarang, jalur Sadang-Subang, dan jalur Wanayasa-Sagalaherang (Subang),” tambah Anne.

Anne menambahkan, PSBB ini memang sudah harus diberlakukan di wilayahnya. Terlebih, saat ini Purwakarta menjadi wilayah transmisi lokal. Sehingga, salah satu yang perlu diawasi itu warga yang berstatus Orang Pelaku Perjalanan (OPP). Sebagian OPP tersebut, memang dari luar kota yang menuju ke Purwakarta.

Anne menambahkan, sejauh ini langkah-langkah antisipasi terus dilakukan oleh jajaran Pemkab Purwakarta melalui gugus tugas covid-19. Di antaranya, tetap melakukan rapid test (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) bagi yang kontak erat dengan pasien dalam pengawasan. (Asep Mulyana)