Ini Cerita Guru SD di Tengah Pandemi, Ternyata.....

Ini Cerita Guru SD di Tengah Pandemi, Ternyata.....

INILAH, Bandung - Ada yang berbeda dari Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini. Ya, ada rindu yang teramat pada bangku sekolah, dari anak-anak yang sebulan ini belajar dari rumah, dari guru-guru yang sebulan lebih ini kehilangan canda, tawa, dan riuh anak-anak di kelas, di lapangan, dan kantin sekolah.

Betapa situasi sekarang tak pernah terbayangkan sebelumnya dalam benak semua. Kemudian, guru, siswa, dan orang tua lagi-lagi harus belajar paham bahwa fungsi masing-masing dari kita tidak mampu tergantikan.

Guru SDN 164 Karangpawulang Kota Bandung Triska Fauziah Resmiati mengatakan dari pandemi Corona Virus Disease (Covid 19) ini semua belajar, betapa waktu, sehat, dan kesempatan begitu berarti. Mengajar dari rumah (Learning from home) atau pembelajaran jarak jauh bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Bagaimana guru mencari ruh pembelajaran bermakna bersama lingkungan kecilnya di rumah, bukanlah hal yang sesederhana dibayangkan.

"Ya, kami, para guru membuat perencanaan, tapi apakah itu mampu menggantikan makna pembelajaran yang sesungguhnya? Itu menjadi tantangan terbesar sepanjang perjalanan pengalaman saya sebagai seorang guru. Kami harus bertemu kenyataan yang terkadang tidak terbayangkan sebelumnya," ujar Triska, Minggu (3/5/2020).

Dia menambahkan pada zaman milenial ini, kuota internet belum tentu juga bisa menjadi jaminan jalannya pembelajaran yang lancar dari jarak jauh. Terkadang kuota bukan masalah sama sekali, bahkan. Kesiapan mental lingkungan pun menjadi faktor yang tak kalah penting.

Apakah semua siswa mendapatkan pendampingan yang cukup? Apakah seluruh siswa memiliki piranti yang memadai? Apakah semua orang tua mampu menggantikan sementara peran guru? Apakah siswa mampu mengambil makna dari setiap pembelajaran dengan tepat? Bagaimana jiga semua itu tidak terpenuhi? Itu hanya sebagian kecil dari kekhawatiran yang muncul dari benak guru, orang tua, siswa, bahkan segenap lini masa pada saat ini.

"Namun, saya percaya, tanpa henti berdoa, bahwa segalanya mampu membaik dengan segera. Kondisi seperti ini bukan hanya terjadi pada saya, negara saya Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Ya, pandemi ini telah menjadi musuh yang tak ternampakkan bagi semua. Momok menakutkan yang juga belum bisa terselesaikan. Dunia pendidikan terluka, tapi itu tak berarti kita hilang harapan," papar Triska.

Pada hari pendidikan ini kata Guru Triska, semoga harapan baru selalu muncul dari pikiran-pikirannya. Bahkan, berdiam diri di rumah pun pada saat ini adalah pembelajaran. Setidaknya, semoga bisa terus belajar menghargai waktu dan kesempatan yang senantiasa diberikan Tuhan.

"Saya percaya kita semua akan mampu baik-baik saja. Selamat hari pendidikan nasional, “Mari belajar dari Covid dan tumbuhkan selalu harapan masa depan," imbuh Triska. (Okky Adiana).