Umuh Muchtar Jamin Gaji Pemain Persib Aman Sampai Juni

Umuh Muchtar Jamin Gaji Pemain Persib Aman Sampai Juni
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memastikan saat ini gaji pemain masih aman terkendali meski tidak ada kompetisi yang dijalani. 

Menurutnya, seluruh pemain mengerti dengan kondisi yang dialami sekalipun para pemainnya ini hanya dibayar sebesar 25% dari total gajinya. 

Terbukti, hampir seluruh klub peserta Liga 1 memangkas gaji pemainnya karena kompetisi dihentikan sementara akibat pandemi virus corona (Covid-19). 

"Saat ini gaji pemain masih tetap 25% sambil nunggu (pandemi Covid-19) selesai. Sejauh ini, minimal sampai bulan Juni, itu kebijakan dari PT PBB," ungkap Umuh saat dihubungi. 

Umuh memastikan PT PBB tidak akan memutus kontrak pemainnya meskipun tidak ada timbal baliknya untuk Persib Bandung. Terlebih PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) hanya menghentikan Liga 1 2020 hingga akhir Mei mendatang. 

Keputusan itu dikeluarkan sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) soal status tanggap darurat bencana Covid-19. 

"Tidak mungkin langsung diputus kontrak. Kecuali kalau para pemain yang minta putus kontrak. Lain ceritanya kalau seperti itu," bebernya.

Terkait mengenai nasib sponsor, Umuh tak menampik mengalami sedikit kendala. Menurutnya para sponsor Persib saat ini tidak bisa memberikan bantuan anggaran karena tidak kegiatan yang dijalani tim. 

"Mereka (sponsor) juga hitung-hitungan mungkin, buat apa memberikan (anggaran) sedangkan ini (kompetisi) belum ada kepastian, kejelasan," katanya. 

Umuh pun berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga seluruh kegiatan yang dijalani Persib bisa kembali dijalankan. 

"Tapi memang seharusnya sudah ada kepastian (soal Liga 1 2020). Nanti saya akan mengeluarkan surat kepada PSSI dan PT LIB, mudah-mudahan sudah ada kepastian. Saya juga sekarang akan ngerem (berhenti) dulu karena PSSI nya lagi agak semrawut gini, banyak masalah. Jadi tidak begitu banyak komunikasi dulu," pungkasnya. 

Dari kabar yang didapat, nasib Liga 1 2020 sendiri diujung tanduk. Sebagian besar peserta meminta kompetisi tertinggi tanah air itu tidak dilanjutkan atau dihentikan. 

Keputusan itu dikeluarkan lantaran saat ini pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Bahkan kemungkinan besar status tanggap darurat yang dikeluarkan pemerintah melalui BNPB yang diprediksi berakhir akhir Mei akan diperpanjang.

Dengan alasan ini sebagian besar peserta meminta kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator untuk tidak melanjutkan Liga 1 2020. Selain waktu mepet, kompetisi baru berjalan tiga pertandingan. (Muhammad Ginanjar)