Bantuan Telat Tersalurkan, Ade Ungkap Kekacauan Data

Bantuan Telat Tersalurkan, Ade Ungkap Kekacauan Data
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Kekacauan data dianggap menjadi kendala penyaluran bantuan sosial baik bantuan yang bersumber dari pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat maupun Pemkab Bogor.

Akibatnya, bantuan sosial untuk keluarga penerima manfaat data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) maupun non-DTKS tersendat bahkan bantuan dari Pemkab Bogor baru tersalurkan mulai Kamis (30/4/2020) kemarin.

"Memang terjadi kekacauan data misal data Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Sosial ataupun Kementerian Sosial untuk keluarga penerima manfaat DTKS yang sudah lama hingga di lapangan ada orang yang sudah meninggal dunia dan  warga yang sudah naik kelas hingga tidak miskin, adanya data yang ber-ubah inilah yang menjadi kendalan kami  maupun daerah lainnya di Indonesia," ujar Ade Yasin saat Dialog Polekik Trijaya Spesial Covid 19 akhir pekan kemarin.

Dia menambahkan, walaupun data keluarga penerima manfaat baik DTKS maupun non-DTKS masih terus dikoreksi atau divalidasi, jajaran Pemkab Bogor dibantu Bulog, TNI dan Polisi tetap menyalurkan bantuan sosial secara bertahap.

"Bantuan sosial ini sudah kita salurkan secara bertahap, terutama data keluarga penerima manfaat yang sudah divalidasi oleh Dinas Sosial, pemerintah desa, kelurahan, RW hingga RT. Kami mohon warga bersabar karena armada truk TNI dan Polisi terbatas sedangkan wilayah Bumi Tegar Beriman sangatlah luas," tambahnya.

Ade menuturkan akibat diterpa bencana yang bertubi-tubi, mulai dari bencana alam maupun non-alam maka otomatis akan menambah jumlah rumah tangga miskin.

"Bulan Januari kami diterpa bencana alam banjir bandang dan longsor lalu mulai bulan Maret giliran penyebaran wabah virus corona hingga banyak warga miskin baru dan jatuh miskin lagi karena ribuan buruh telah dirumahkan atau terkena PHK (pemutusan hubungan kerja)," tutur Ade.

Dia juga belum bisa memastikan kapan penyebaran pandemic ini akan berakhir walaupun ada kabar akan terjadi pada Juni atau Juli mendatang.

"Pemerintah belum bisa memastikan kapan akan berakhir pandemi wabah virus corona, semoga lekas berakhir agar kehidupan normal lagi dan wisatawan bisa berkunjung lagi ke Kabupaten Bogor," tukas Ade. (Reza Zurifwan)