Di Tengah Pandemi, Dosen Terus Berikan Semangat dan Motivasi 

Di Tengah Pandemi, Dosen Terus Berikan Semangat dan Motivasi 
istimewa

INILAH, Bandung - Hardiknas yang jatuh setiap 2 Mei merupakan hari bersejarah yang selalu diperingati setiap tahunnya. Di hari bersejarah ini pasti mengenang tokohnya yaitu KH Hajar Dewantara. 

Apa yang dikatakan KH Hajar Dewantara tentu saja memiliki makna yang begitu mendalam. Pepatah tersebut dijadikan pijakan dalam menjalankan profesi sebagai dosen atau pendidik. Sebagai dosen harus memberi teladan yang baik bagi mahasiswanya misalnya dalam kedisiplinan belajar, mengerjakan tugas, dan lainnya.

Selain itu juga harus memberikan semangat dan motivasi belajar kepada mahasiswa bukan semata mata transfer materi perkuliahan saja tetapi juga memberikan dorongan atau motivasi dalam belajar dan meraih cita-cita.

Hal itulah yang ditanamkan Witri Cahyati, Dosen Prodi Ilkom USB YPKP dan Wakil Dekan Fisip USB YPKP. Memperingati Hardiknas tahun ini, dia mengaku kondisinya berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab, kondisi saat ini negara sedang dalam musibah pandemi Covid-19 yang berakibat pada sistem pembelajaran yang dilakukan serba online dari mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai tingkat perguruan tinggi, semuanya menggunakan sistem pembelajaran secara online.

"Dari kondisi ini tentu saja kita bisa melihat bahwa semangat mencerdaskan kehidupan bangsa tidak pernah padam di negeri ini dalam rangka meneruskan perjuangan para pahlawan kita. Dalam situasi yang sulit untuk bertatap muka antara mahasiswa dan dosen dan antara guru dan siswa, pembelajaran tetap dilaksanakan walaupun dengan metode yang berbeda dari biasanya," ujar Witri, Minggu (3/5/2020).

Dia mengatakan, dari pandemi Covid-19 ini semua jadi bisa belajar dan juga mengambil hikmahnya dalam kaitannya dengan Hardiknas diantaranya hormati dan hargai lah para pendidik karena ada ditangan para pendidiklah negara ini bisa maju dan berkembang.

Selain itu, di tengah situasi kepanikan itu para pendidiklah yang tiada henti hentinya memberikan semangat dan motivasi kepada para mahasiswa dan siswa nya. Apalagi secara psikologis mahasiswa dan siswa mulai merasakan kejenuhan, bosan di rumah, dll. Disinilah kehadiran kita sangat berarti buat mereka sebagaimana pepatah dari KH Hajar Dewantara.

"Saya berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berlalu sehingga bisa kembali mengajar secara tatap muka di kelas. Walaupun saat ini pembelajaran tetap dilaksanakan secara online namun merasa ada ketidakpuasan karena tidak bisa melihat langsung respons dari mahasiswa. Kalau belajar di kelas ada nuansa psikologis yang berbeda," papar Witri. (Okky Adiana)