Ini Dia, 6 Rumor Transfer Paling Gila Sepanjang Sejarah Liga Inggris

Ini Dia, 6 Rumor Transfer Paling Gila Sepanjang Sejarah Liga Inggris

INILAH, London - Media sosial membuat isu soal transfer bintang sepak bola kian kompleks. Kadang-kadang, rumor transfer itu kelewatan. Rencana transfernya gila-gilaan.

Sedikitnya ada enam gosip transfer yang termasuk kelompok itu pernah terjadi di Inggris. Sejauh ini, belum ada rumor transfer gila-gilaan itu yang terwujud.

1.Philippe Coutinho (Newvastle United)

Newcastle United belum memastikan pemilik barunya, tapi itu tak merintangi munculnya rumor transfer bernilai besar dengan target membawa Philippe Coutinho ke St James Park.

Mantan pemain pujaan fans Liverpool itu saat ini sulit dapat tempat di Barcelona, setelah pulang dari proses peminjaman di Bayern Munchen. Ada keinginannya kembali ke Liga Primer. Chelsea dan Manchester United dikait-kaitkan.

Tapi, Newcastle dikabarkan sekonyong-konyong menyodok. Jika terwujud, itu bakal jadi rekor transfer terbesar The Magpies, mematahkan rekor sebelumnya sebesar 40 juta pound untuk Joelinton.

2.Ronaldinho (Blackburn Rovers)

Semua tahu, Ronaldinho nyaris pindah ke Inggris. Itu hampir terjadi kala Manchester United hanya gagal di saat-saat terakhir sebelum Dinho bergabung dengan Barcelona. Yang dilupakan banyak orang, Manchester United sebenarnya bukan satu-satunya peluang Ronaldinho merasakan pengalaman main di Liga Primer.

Tahun itu 2011, pemilik Blackburn Rovers siap menggelontorkan 33 juta pound untuk mendapatkan Ronaldinho. Bukan angka yang kecil saat itu.

Ketua Blackburn, Anuradha Desai, membenarkan pemain itu ingin merasakan Liga Primer dan siap meninggalkan AC Milan untuk meraih keinginan tersebut. Pelatih Blackburn saat itu, Steve Kean, sama gembiranya. Tapi, yang terjadi adalah terlalu banyak diskusi, tak ada aksi.

Pada akhirnya, Ronaldinho memilih pulang ke Brasil bersama Flamengo, sebuah pilihan yang tepat. Tak ada kesempatan baginya merumput di Ewood Park.

3.Roberto Carlos (Aston Villa)

Bek Brasil ini menikmati karier yang sukses bersama Real Madrid. Tapi, hal itu hampir saja tak terjadi jika Brian Little mampu merayu bek sayap itu.

Roberto Carlos saat itu masih membela Palmeiras pada musim panas 1995. Dia sempat main di Villa Park, kandang Aston Villa, saat Brasil beruji coba lawan Swedia.

Ketua Aston Villa, Doug Ellis, terkesan dengan penampilan Roberto Carlos. Tapi sang pelatih, Brian Little, tak tergerak hatinya. Sebaliknya, Aston Villa malah menggaet Gareth Southgate dari Crystal Palace senilai 2,5 juta pound. Setahun berikutnya, Roberto Carlos pindah ke Inter Milan.

"Saya sebenarya nyaris bergabung dengan Aston Villa di awal karier saya. Saya bertemu dengan klub, tapi tak terjadi apa-apa. Birmingham (tetangga Aston Villa) juga tertarik, tapi tak jalan juga. Saya kemudian bergabung dengan Inter Milan," ujar Roberto Carlos.

4.Rivaldo (Bolton Wanderers)

Transfer ini bukan sesuatu yang tak mungkin saat itu. Bolton kala itu ditukangi Sam Allardyce. Dia dikenal sebagai penyuka bintang veteran dan berharap kualitas di akhir-akhir karier mereka.

Dia pernah meraih sukses bersama Youri Djorkaeff, Jay Jay Okocha, dan bersiap pula menjajalnya bersama Pemain Terbaik Dunia 1999 itu.

"Dengan transfer ukuran ini, kita tak pernah yakin 100 persen, tapi Sam mengajukan penawaran dan segala sesuatunya berjalan dengan baik," ujar agen Ricaldo, Peter Harrison kala itu. Hanya saja, Rivaldo butuh waktu untuk berpikir.

Pada akhirnya, mereka tak mencapai kesepakatan. Ini membuahkan kekecewaan terhadap Kevin Davies, bintang Bolton saat itu. "Jika Ricaldo bergabung, kami akan belajar banyak darinya, seperti yang kami dapatkan dari pemain-pemain lain di sini," ujarnya.

5.Neymar (West Ham United)

Sebagai pelatih, Avram Grant memiliki periode yang cukup membanggakan di West Ham. Dia ingin memuncakinya dengan ambisi besar, merayu Neymar.

"Kami mengajukan tawaran 12 juta pound. Kami tak punya waktu menuntaskan kontrak itu, tapi posisi kami jelas," ujar Direktur Sport Santos, Luiz Nunes Pedro Conceicao. "Kami tidak dan takkan membuka negosiasi untuk menjual pemain lain," katanya.

Keinginan kuat West Ham menggaet Neymar datang pada 2010. Alih-alih mendapatkan Neymar, klub tersebut akhirnya justru hanya bisa menggaet penyrang Meksiko, Pablo Barrera.

6.Diego Maradona (Leeds United)

Tahun 1986, bintang Argentina ini menghancurkan Inggris dengan gol Tangan Tuhan di Piala Dunia Meksiko. Setahun kemudian, dia hampir saja setuju membela Leeds United, membantu klub tersebut keluar dari Divisi II dan masuk ke papan atas.

Bill Fortherby, Ketua Leeds United saat itu, tak kehilangan ambisi. Di eranyalah Leeds United terus mencoba memburu Maradona. Fotherby mendekati agen Maradona, Jon Smith. Dia janjikan transfer senilai 8 juta pound, rumah dan mobil gratis.

Sayangnya, mereka tak mencapai kesepakatan. Keinginan tersebut tetap tersimpan sebagai mimpi.