Jelang PSBB, Seperti Ini Kesiapan Purwakarta

Jelang PSBB, Seperti Ini Kesiapan Purwakarta
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta – Jajaran Pemkab Purwakarta, bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat, gencar melakukan rapat persiapan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah ini. Rencananya, ada enam dari 17 kecamatan yang akan diberlakukan pembatasan ini.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menuturkan, mulai besok pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai PSBB ini. Karena, sesuai arahan dari Pemprov jabar, PSBB ini akan dilakukan serentak oleh beberapa kabupaten/kota di Jabar pada Rabu (6/5/2020).

“PSBB ini juga merujuk pada Surat keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.oL.07 I MENKES/28g I 2020,” ujar Anne kepada INILAH, Senin (4/5/2020).

Anne menjelaskan, dengan diberlakukannya PSBB, maka segala bentuk aktivitas warga di wilayahnya akan dibatasi. Namun, dari 17 kecamatan yang ada, hanya di 6 kecamatan saja yang akan diberlakukan pembatasan tersebut.

Berikut beberapa pembatasan aktivitas yang dimaksud selama PSBB di wilayah ini. Di antaranya, pembatasan moda transportasi. Maksudnya, pengemudi kendaraan bermotor akan diminta putar arah atau tak bisa melanjutkan perjalanan jika melanggar ketentuan PSBB.

Untuk pengendara motor misalnya, ketentuan itu berlaku jika mereka tidak mengenakan masker dan sarung tangan atau berkendara saat kondisi sakit. Begitu pun untuk kendaraan roda empat, baik pribadi maupun umum/daring.

Kemudian, pembatasan aktivitas di area publik. Setelah diberlakukan PSBB, segala aktivitas yang menimbulkan kerumunan lebih dari lima orang di area public akan dibubarkan oleh petugas. Jika masih membandel, tak menutup kemungkinan akan dikenakan sanksi lebih tegas.

Selanjutnya, pembatasan kegiatan sosial/budaya. Maksudnya, penghentian sementara atas kegiatan sosial maupun budaya yang menimbulkan kerumunan massa. Termasuk, pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademi dan budaya.

Terkait ke enam kecamatan yang akan diberlakukan PSBB yang dimaksud, kata dia, masing-masing Kecamatan Purwakarta, Jatiluhur, Babakan Cikao, Campaka, Bungursari, dan Pasawahan. Penterapan wilayah tersebut, merujuk pada data penyebaran covid-19 yang ada di wilayah-wilayah tersebut.

“Ini, sebagai bagian dari upaya antisipasi, penanggulangan dan pencegahan menyebarnya wabah virus corona di wilayah kami,” jelas dia.

Selain PSBB di enam kecamatan itu, sambung Anne, jajaran Forkopimda dan gugus tugas Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di wilayahnya, juga akan melakukan pembatasan di jalur-jalur krusial dan jalur penghubung antar kabupaten. Salah satunya, menyiapkan posko cek point.

“Di kita ada tiga tiga gerbang tol. Kita siapkan posko cek poin di sana. Termasuk di jalur perbatasan. Misalnya, jalur Purwakarta-Bandung via Padalarang, jalur Sadang-Subang, dan jalur Wanayasa-Sagalaherang (Subang),” tambah Anne.

Adapun lokasi cek poin yang disiapkan, ada sekitar 22 titik.  Masing-masing, 11 titik cek point di siapkan di wilayah perbatasan antar kabupaten antar kabupaten termasuk di setiap gerbang tol. Kemudian, 11 titik disiapkan di wilayah perkotaan.

“Mulai besok kita akan sosialisasikan mengenai PSBB ini. Setelah ini, diharapkan terjadi penurunan aktifitas warga selama PSBB,” pungkasnya. (Asep Mulyana)