Media Pengaruhi Persepsi Publik Tentang Krisis Pandemi Covid-19

Media Pengaruhi Persepsi Publik Tentang Krisis Pandemi Covid-19

INILAH, Bandung - Media massa sejatinya ambil bagian dalam penanganan wabah pandemi Coronavirus (COVID-19) di Indonesia. Salah satu tugas yang diemban media adalah meningkatkan kesadaran publik atas krisis pandemi ini.

Kepala Pusat Studi Komunikasi, Media, dan Budaya Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dr. Eni Maryani, M.Si., mengatakan, media memengaruhi persepsi publik tentang krisis pandemi. Ini disebabkan, persepsi publik tentang pandemi saat ini sangat terkait dengan informasi yang diperoleh oleh media.

Dr. Eni mengungkapkan, hal penting yang harus dipunyai media di masa pandemi adalah kepercayaan dari publik. Faktor ini sempat menjadi masalah saat publik mulai tidak memiliki kepercayaan terhadap media sebelum masa pandemi terjadi.

“Ketika trust tidak ada, media akan menjadi sulit, sehingga upaya bersama dalam menangani krisis seringkali terganggu,” ujar Dr. Eni, Senin (4/5/2020).

Selain membangun kepercayaan, media juga perlu memperhatikan framing pemberitaan. Menurut Dr. Eni, framing berita harus diperhatikan agar jangan sampai mendiskreditkan khayalak tertentu. Framing yang tidak dirancang dengan baik berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap media tersebut.

Karena perannya yang krusial dalam penyebaran informasi akurat seputar COVID-19, media tetap harus menjalankan fungsi kritisnya. Sejumlah kekurangan dalam penanganan pandemi harus dikomunikasikan dengan baik oleh media. Selain itu, media juga perlu melakukan edukasi publik terkait aspek-aspek COVID-19.

“Media akan lebih baik jika mampu meng-create pesan-pesan komunikasi berdasarkan analisis narasumber. Jangan sekadar hanya bergantung pada narasumber,” imbuh Dr. Eni.

Dosen Program Studi Jurnalistik Unpad Dandi Supriadi, M.A. (SUT), menjelaskan, peran jurnalis di masa pandemi memiliki banyak tantangan. Ia harus mampu meraih kepercayaan publik di tengah berita hoaks yang berseliweran di masyarakat.

Karena itu, dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad ini mendorong agar sejumlah media konvensional bisa berkolaborasi, baik antarmedia maupun institusi terkait.

"Kolaborasi ini penting untuk memerangi berita-berita yang tidak akurat di masyarakat," tambahnya. (Okky Adiana).