Ini Sosok yang Paling Dirindukan Abdul Aziz di Skuat Persib

Ini Sosok yang Paling Dirindukan Abdul Aziz di Skuat Persib
Gelandang Persib Bandung Abdul Aziz. (Istimewa)

INILAH, Bandung- Gelandang Persib Bandung, Abdul Aziz Lutfi Akbar tak bisa membendung rasa rindunya untuk bertemu dengan rekan-rekan setimnya.

Maklum, perasaan itu diungkapkan Aziz. Sebab sudah memasuki pekan keenam para pemain Persib diliburkan dan wajib menjalankan latihan secara mandiri. Itu dilakukan sebagai upaya untuk mendukung pemerintah agar bisa memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19).

Aziz mengaku tak jarang komunikasi dilakukan melalui gawai. Namun hal itu tidak cukup untuk menutup kerinduan bertemu dengan rekan-rekan setimnya dan seluruh aktivitasnya.

"Kangen sama semuanya di dalam tim, mulai dari teman-teman, staf pelatih sama offisial," ungkap Aziz dilansir laman resmi Persib.

Ditanya pemain yang paling dirindukan, Aziz menyebut nama Zalnando. Menurutnya, pemain asal Kota Cimahi itu merupakan pemain Persib yang memiliki kedekatan dengannya, baik di dalam maupun luar lapangan.

"Paling kangen sama Zalnando karena kami sering satu pemikiran dan dia juga orangnya asik. Kami sering ngelakuin banyak hal bareng, tapi sama pemain juga kangen," tuturnya.

Sebelumnya, Zalnando pun sempat mengungkapkan perasaan yang sama kepada Aziz. Jebolan Sriwijaya FC junior ini memiliki kedekatan dengan Aziz.

Bahkan sesekali Zalnando mengunjungi kediaman Aziz. Selain bersilaturahmi, pemain yang akrab disapa Nando itu mengajaknya berlatih bersama agar menghilangkan kejenuhan.

"Kadang kalau latihan sendiri jenuh. Dan patner saya latihan memang bareng Aziz. Komunikasi paling dekat sama Aziz. Terus ada teman sparing patner latihannya lebih intens," ungkap Zalnando.

Meski demikian, Zalnando mengatakan bahwa program latihan yang dijalankan harus tetap sesuai dengan apa yang diinstruksikan pelatih. Sebab manfaatnya begitu besar.

"Programnya nyari-nyari sama ada juga ngambil dari latihan Persib, bikin sirkuit training di tempatnya Aziz," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)