Pemkot Cimahi Siap Ikuti PSBB se-Jabar

Pemkot Cimahi Siap Ikuti PSBB se-Jabar
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Cimahi - Pemkot Cimahi akan berkoodinasi dengan Pemprov Jabar terkait pembatasan sosial berskala besar (PSBB) se-Jabar yang mulai berlaku 6 Mei 2019 untuk menentukan mekanismenya. Terlebih di cimahi PSBB sudah dilakukan selama dua pekan. 

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengaku, prinsipnya Cimahi akan mengikuti apa yang diajukan provinsi. Terlebih, Kementerian Kesehatan sudah menyetujuinya. Namun, pihaknya terlebih dulu akan berkoordinasi dan menggelar rapat dengan gubernur. 

"Kami harus berkoordinasi dulu dengan provinsi. Terlebih kami juga harus mengevaluasi PSBB yang sudah dilakukan. Ada dua hasil yang bertolak belakang," katanya, Senin (4/5/2020).

Pertama, dari sisi aktivitas masyarakat dinilai masih tinggi di beberapa titik. Kemudian pertokoan yang seharunya ditutup, terpantau masih beroperasi.

Sedangkan, dari target sebaran virus corona atau Covid-19 Ajay mengaku sedikitnya bisa ditekan. Dalam beberapa hari terakhir, tidak ada peningkatan yang cukup signifikan dari orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (DPD), orang tanpa gejala (OTG) maupun yang terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Cimahi, ODP di Kota Cimahi mencapai 360 orang, PDP sebanyak 24 orang, OTG sebanyak 526 orang, dan terkonfirmasi positif sebanyak 58 orang. 

"PSBB cukup berhasil dari sisi itu. Kami rapat dengan rumah sakit, memang kondisinya landai," ungkapnya.

Perihal distribusi jaring pengaman sosial (JPS) untuk masyarakat, Ajay menyebutkan pihaknya masih menunggu bantuan dari Pemprov Jabar terdistribusi kepada masyarakat Kota Cimahi.

Menurutnya, tercatat ada sekitar 30 ribu lebih masyarakat yang tergolong non-Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang rencananya akan diberikan bantuan dari Pemkot Cimahi. Data tersebut berbeda dengan penerima bantuan dari Pemprov Jabar. (Ahmad Sayuti)