Ini Evaluasi dan Rekomendasi untuk PSBB Kota Bogor dan Operasional KRL

Ini Evaluasi dan Rekomendasi untuk PSBB Kota Bogor dan Operasional KRL
(Foto: Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya memantau pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bogor di Stasiun Bogor, Senin (4/5/2020) siang. Dia mendapati masih ada tempat usaha yang buka.

Diketahui, Bima memulai pemantauan di Gunung Batu sidang tipiring pelanggaran PSBB. Kemudian Bima bersama Camat Bogor Barat Juniarti Estiningsih dan Kasatpol PP Kota Bogor Agustian Syach memantau tempat usaha di luar delapan usaha yang dikecualikan masih beroperasional. Kemudian Bima memantau stasiun Bogor.

"Jadi kalau saya cek ya, penumpang pagi masih banyak ya, memang sudah berkurang 60 persen, keadaan biasa berkurang selama PSBB 40 persen dan 40 persen ini adalah mereka yang bekerja disektor yanh dikecualikan, ada pegawai bank, cleaning service, farmasi, logistik, jadi harus ada evaluasi kebijakan," ungkap Bima kepada wartawan.

Bima melanjutkan pengaturan akan sulit untuk antrean penumpang karena personel yang terbatas. Jadi, kata dia, opsi pertama adalah pemberhentian total KRL. Lalu, opsi kedua adalah bagaimana semaksimal mungkin sektor yang dikecualikan menyediakan layanan  transportasi.

"Ketiga memperketat disini tapi ini agak sulit memang. Keempat dievaluasi layanan gebong dan jadwalnya semaksimal mungkin," tegasnya.

Sementara itu,Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor, Safrudin Bima mengatakan, PSBB tahap 2 di Kota Bogor sudah memasuki hari kelima, tetapi masih saja terlihat keramaian dibeberapa titik baik itu lalu lintas, maupun yang jualan atau ditempat jajanan. Menurutnya bahwa pada tahap ke 2 ini sudah terlihat adanya penununan kerumunan atau berkumpulnya orang dan komisi I apresiasi Pemkot Bogor yang sudah bekerja maksimal. 

"Tetapi menurut saya masih ada beberapa titik yang perlu mendapat perhatian, khususnya Satpol PP, Camat Bogor Utara dan Lurah Ciparigi bahwa di kawasan Villa Bogor Indah Kelurahan Ciparigi relatif masih ramai dan masih terjadi kerumunan orang. Karena disitu para pedagang dipinggir perumahan masih terlihat beraktifitas seperti biasa, menerima pembeli bahkan sampai malam," ungkapnya.

Safrudin menambahkan, dirinya meminta agar Pemkot Bogor menertibkan pedagang wilayah tersebut, terutama yang menyiapkan tempat duduk sehingga berpotensi mengumpulkan orang, seperti pedagang sosis di depan kantor Kelurahan Ciparigi yang jelas - jelas ramai pembeli dan warga kumpul disitu. 

"Ya, karena disiapkan kursi untuk orang duduk dan makan disitu, juga beberapa pedagang lain disekitar situ. Ada pedagang lain yang menyiapkan tempat duduk. Sebaiknya tutup aja itu pedagang yang menyiapkan fasilitas untuk orang-orang duduk dan berkumpul, ini bahaya bagi penyebaran Covid-19. Saya berharap kedepan Satpol PP, Kecamatan Bogor Utara dan Kelurahan Ciparigi agak lebih cermat memantau dan menertibkan wilayah serta mengambil tegas dalam melindungi masyarakat," bebernya.

Safrudin menegaskan, perkembangan positif PSBB beberapa hari ini di Kota Bogor, harus dijaga. Dimana yang terpapar Covid-19 tidak ada penambahan. Bisa dilihat bukti kuat dibeberapa ruas jalan dan tempat lain sudah terlihat relatif tertib, seperti jalan Pendu Raya, Jalan Ahmad Yani dan beberapa titik lain. 

"Kami Komisi I akan terus memantau ke wilayah-wilayah dan melakukan pengawasan terhadap upaya penertiban yang dilakukan Pemkot Bogor terkait upaya memutus penyebaran Covid-19 ini. Mari kita bersama-sama membangun kesadaran agar badai Covid-19 ini cepat berlalu. Kami Komisi I melihat perkembangan hari ini sampai tiga hari kedepan dengan melihat situasi dan kondisi, baru kami komisi 1 memastikan mengundang Kasat Pol PP dan Para Camat," pungkasnya. (Rizki Mauludi)