Demi Dapur Ngebul, Penggiat Desa Wisata Beralih Profesi

Demi Dapur Ngebul, Penggiat Desa Wisata Beralih Profesi
foto: INILAH/Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - 25 desa wisata di Kabupaten Bogor terpaksa kehilangan omset ratusan juta perbulan perdesa karena pandemi virus corona (covid 19), untuk mengakali pendapatan dan agar dapur tetap 'ngebul' para penggiat wisata ini pun beralih profesi.

"Para penggiat desa wisata ada beberapa yang beralih sementara profesinya seperti menjadi pedagang dadakan atau ada juga yang fokus aktif di kegiatan sosial seperti penanggulangan covid 19 di desa masing - masing," kata Deni Amar Ketua Asosiasi Desa Wisata Kabupaten Bogor kepada wartawan, Senin (5/5/2020).

Ia menuturkan alih profesi itu dilakukan karena para penggiat desa wisata tidak bisa banyak melakukan pasca pandemi virus corona yang dimulai bulan Maret lalu, apalagi pertengahan bulan April lalu Pemkab Bogor sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Sejak awal pandemi virus corona dan di berlakukannya PSBB, banyak tamu desa wisata yang membatalkan kegiatannya di beberapa desa wisata yang jumlahnya puluhan sampai ratusan wisatawan, jujur di salah satu desa wisata ada yang mengalami kerugian sampai Rp150 juta perbulan maret kemarin akibat pembatalan event di desa wisatanya," tuturnya.

Deni berharap pandemi virus corona segera berakhir, dimana ada yang memprediksi akan berakhir pada Bulan Juni atau Juli mendatang. Untuk menyikapi hal itu para penggiat desa wisata pun mulai menyusun agenda kegiatan kedepan.

"Asosiasi desa wisata (Adesta) bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Parawisata Kabupaten Bogor dan akademisi mulai melakukan 

bebenah dengan menguatkan sadar wisata di masyrakat dan pengunjung untuk slalu bersih, menyediakan ruang isolasi jika ada pengunjung yg terjangkit, ada penyuluh kesehatan di setiap desa wisata, dan menyediakan tempat cuci tangan di kawasan desa wisata," tutur Deni.

Ia melanjutkan virus corona tidak bisa langsung berhenti tanpa kesadaran kita  dan minimal masing - masing pribadi  menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Dengan menerapkan PHBS, minimal mempersempit pergerakan virus corona hingga kita tidak tertular atau menularkan virus yang sangat menular ini dan kononnya berasal dari Kota Wuhan, RRC," lanjutnya. (Reza Zurifwan)