Soal PSBB, Begini Komentar Warga CIrebon

Soal PSBB, Begini Komentar Warga CIrebon
Foto: INILAH/Bambang Prasethyo

INILAH, Cirebon - Pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Cirebon mulai Rabu besok, menuai bermacam-macam komentar masyarakat. Baik yang berdomisili di Kabupaten Cirebon, ataupun yang setiap hari harus bekerja ke Kabupaten Cirebon, namun domisilinya di luar Kabupaten Cirebon.

Salah satunya, Warga Perumahan Manoa Caracas Kabupaten Kuningan, Esa Abrian. Dirinya yang berprofesi sebagai kontraktor  mengaku bingung dengan penerapan PSBB. Masalahnya, sampai saat ini sosialisasi kepada mayarakat, sangat minim. Harusnya, jauh jauh hari setelah Bandung Raya melakukan PSBB, Pemkab Cirebon segera melakukan sosialisasi, supaya mayarakat mengerti situasi dan kondisi dilapangan.

"Besok saya harus bagaimana. Katanya kalau luar Kabupaten harus pakai surat tugas. Padahal perjalanan ke Pemda hanya 15 menitanlah. Tapi kan saya KTP Kabupaten Kuningan, berarti saya tidak bisa masuk wilayah Cirebon," kata Esa, Selasa (5/5/2020).

Hal senada dikatakan, dikatakan Udin Safrudin, warga Perumahan Arum Sari Kabupaten Cirebon. Menurutnya, waktu sosialisasi PSBB di Kabupaten Cirebon sangat minim dan hampir tidak ada. Padahal, Rabu besok adalah tahap awal PSBB dilakukan. Sampai saat ini, dirinya mengaku tidak tahu, regulasi seperti apa yang dikeluarkan Pemkab Cirebon. Disamping itu, masyarakat pasti belum tahu, dimana titik-titik yang akan ditutup, dan denda apa kalau masyarakat melakukan pelanggaran.

"Harusnya belajar ke Kabupaten lain. PSBB kan pasti diberlakukan. Minimal sejak awal sudah ada persiapan. Kalau begini, kita hanya planga plongo tidak tahu harus bagaimana. Apa susahnya sosialisasi sejak awal," jelas Udin.

Hal senada dikatakan Efendi, warga Kota Cirebon yang sering berbisnis di Wilayah Kabupaten Cirebon. Dirinya mengaku kecewa, karena Pemkab Cirebon terkesan lambat, sementara waktu sosialisasi PSBB sudah tidak ada waktu lagi. Harusnya kata Efendi, Kabupaten Cirebon belajar dari Kabupaten lain, seperti Kuningan yang sejak awal sudah melakukan karantina wilayah. Alhasil, Pemkab Cirebon saat ini seperti kerepotan sendiri karena belum ada sama sekali karantina wilayah sejak PSBB Bandung Raya dilakukan.

"Besok saya harus bagaimana. Bisa bisa tidak dapat masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon. Teman teman saya juga mengaku bingung, karena besok bakalan tidak bisa masuk Kabupaten Cirebon," terang Efendi.

Sementara anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Nasdem, Hermanto meminta Pemkab untuk bijak. Maksudnya adalah, ketika besok PSBB diterapkan, jangan sampai ada sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang melanggar.  Hal itu karena sosialisasi PSBB sangat minim dan bahkan tidak ada. Namun, aturan tegap ditegakan tanpa menerapkan sanksi.

"Jangan pakai sanksi dulu lah. Ini karena masyarakat belum tahu apa aturannya. Kalau aturan tetap ditegakan, tapi sehari sampai tiga hari jangan ada saksi dulu," tukas Hermanto (maman suharman)