Teh Nia Ajak Milenial Jadi Pelopor Pelapor Cegah Corona

Teh Nia Ajak Milenial Jadi Pelopor Pelapor Cegah Corona
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina Dadang Naser. (istimewa)

INILAH, Soreang - Penyebaran virus corona telah menjadi masalah serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Berbagai upaya pun telah diambil pemerintah daerah dalam percepatan penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), seperti penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial di tujuh kecamatan sejak 22 April lalu.

Guna membantu pemerintah daerah dalam memutus mata rantai covid-19, kali ini, Pemkab Bandung mengajak kaum milenial untuk menjadi agen pelapor. Hal tersebut mengemuka dalam acara Webinar Pelopor dan Pelapor yang diselenggarakan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Bandung, Senin (2/5/2020).

“Alhamdulillah, anak-anak yang tergabung dalam FAD Kabupaten Bandung bisa melaksanakan seminar melalui video konferensi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengawasi perlindungan anak di tengah wabah Covid-19. Tak hanya itu, kami juga mengajak anak muda untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran virus ini,” ungkap Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung Muhamad Hairun.

Hairun menuturkan, anak-anak Kabupaten Bandung memiliki potensi dalam menyukseskan program-program yang telah digulirkan pemerintah daerah. “Dengan media sosial yang dimiliki, mereka bisa menyosialisasikan kepada teman-temannya tentang program apa saja yang dimiliki Pemkab Bandung. Dengan begitu, upaya pencegahan serta pengendalian wabah ini dapat berjalan secara efektif,” tuturnya.

Senada dengan Hairun, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M. Naser menjelaskan, masyarakat khususnya anak muda dapat menjadi pelopor pelapor.

“Seperti kita ketahui, masyarakat merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Masyarakat khususnya kaum muda dapat ikut mengawasi, dengan cara melaporkan kepada RT/RW setempat jika ada pendatang yang masuk ke wilayahnya. Meskipun perannya hanya melapor, namun dampaknya sangat besar yakni dapat menyelamatkan lingkungannya dari corona. Mari kita jadi pelopor pelapor,” ajak Kurnia.

Sementara terkait pemenuhan hak anak pada masa pandemi, dirinya mengajak anak-anak di Kabupaten Bandung untuk menjadikan tempat tinggalnya sebagai area rekreasi yang menyenangkan dengan melibatkan keluarga. Kurnia berpendapat, sampai saat ini masih terjadi hambatan komunikasi antara orang tua dan anak.

“Selain itu, pandemi juga sangat berpengaruh pada perekonomian keluarga. Ayahnya harus dirumahkan, ibunya tidak diberi uang belanja, sementara anak harus belajar di rumah dengan kuota. Akhirnya anak-anak menjadi korban kekerasan. Oleh karena itu, perlindungan terhadap anak akan menjadi fokus kami saat ini,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak anak muda untuk sabilulungan jihad melawan corona. “Saat ini Bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Bandung tengah berperang melawan corona. Jika kita disiplin menerapkan protokol-protokol kesehatan pencegahan covid-19, insya Allah wabah ini akan cepat berakhir,” pungkas Kurnia. (agus sn)