Heboh Bansos 2 Liter Beras, Pemdes Sukaharja Akan Ganti 30 Kg

Heboh Bansos 2 Liter Beras, Pemdes Sukaharja Akan Ganti 30 Kg

INILAH,  Cijeruk – Sebanyak 342 keluarga penerima manfaat non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (non-DTKS) di Desa Sukaharja, Cijeruk, Kabupaten Bogor akan kembali mendapatkan bantuan sosial berupa beras sebanyak 30 kg.

Padahal, sebelumnya beras jatah mereka dibagikan rata oleh Ketua RT, Ketua RW ataupun lainnya karena adanya desakan warga yang tidak mendapatkan jatah bantuan beras tersebut.

“Informasi dari Pemdes Sukaharja, mereka akan mengganti beras yang kemarin dibagikan rata ke masyarakat Desa Sukaharja. Insya Allah 342 keluarga penerima manfaat non-DTKS secara bertahap tetap akan mendapatkan beras sebanyak 30 kg dengan kualitas medium atau sama seperti standar Bulog,” ucap Camat Cijeruk Hadijana kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Mantan Camat Megamendung ini menerangkan untuk tahap awal, keluarga penerima manfaat non-DTKS yang akan mendapatkan beras adalah orang yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial.

“Pihak Pemdes Sukaharja dan Pemcam Cijeruk secara swadaya akan mengganti bantuan beras tersebut, namun kita mohon pengertiannya ke warga penerima manfaat bahwa untuk tahap awal kami mendahulukan kepada warga yang benar - benar membutuhkan bantuan sosial," terangnya.

Sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin geram karena mendapatkan kabar dari akun instagram warga Desa Sukaharja, bahwa  warganya tersebut hanya mendapatkan bantuan 2 liter beras, padahal jajarannya memberikan bantuan beras sebesar 30 Kg perbulan yang terbagi kedalam 2 karung. 

Di akun istagramnya, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor berusia 51 tahun ini menegaskan bahwa tidak benar bahwa Pemkab Bogor memberikan 2 liter beras untuk masing-masing rumah tangga miskin atau keluarga penerima manfaat non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) karena yang benar adalah 30 kg beras perrumah tangga.

"Kami lagi menginvestigasi kabar bantuan beras yang diterima masyarakat hanya 2 liter padahal semua orang tau bahwa bantuan beras Bupati Bogor itu 30 Kg perkeluarga. Ini menjurus ke fitnah, " tegas Ade kepada  wartawan kemarin.

Ibu dua orang anak ini menambahkan jikalau ada ketidaksesuaian di lapangan mengenai bantuan sosial baik yang bersumber dari Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat maupun pemerintah pusat maka itu adalah ulah orang yang tidak bertanggung jawab. (Reza Zurifwan)