Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 243 Menjadi 2.197

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 243 Menjadi 2.197
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 243 menjadi total 2.197 orang hingga Selasa pukul 12.00 WIB.

"Sedangkan pasien yang meninggal bertambah delapan orang menjadi 972 orang," katanya dalam jumpa pers di Graha BNPB Jakarta yang disiarkan melalui akun Youtube BNPB Indonesia.

Tambahan pasien Covid-19 yang meninggal berasal dari Sulawesi Selatan (dua orang) serta masing-masing satu orang di DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Sulawesi Barat.

Yurianto mengatakan, jumlah pasien yang dikonfirmasi terserang Covid-19 pada Selasa bertambah 484 orang menjadi total 12.071 orang. Selain itu ada 26.408 pasien dalam pengawasan dan 239.226 orang dalam pemantauan terkait penularan virus corona tipe baru di seluruh Indonesia.

Ia mengatakan bahwa penularan virus corona sudah terjadi di seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah daerah yang terdampak sebanyak 335 kabupaten/kota.

Pemerintah telah melakukan pemeriksaan 121.547 sampel usap tenggorokan dari 88.924 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, 12.071 orang  dinyatakan positif Covid-19 dan 76.853 orang dinyatakan tidak terserang virus corona tipe baru.

Penambahan kasus Covid-19 paling banyak terjadi di DKI Jakarta (148) dan penambahan jumlah pasien yang sembuh paling banyak terjadi di Banten (83 orang).

Secara kumulatif, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif, pasien sembuh, dan pasien meninggal terbanyak dengan 4.687 kasus positif Covid-19, 704 pasien sembuh, dan 409 pasien meninggal.

Yurianto kembali menekankan pentingnya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan menggunakan masker untuk menghindari penularan Covid-19.

"Tetap di rumah dan jangan bepergian, pakai masker jika terpaksa keluar rumah dan menjaga jarak," demikian Achmad Yurianto. (antara)