Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Ikuti PSBB Jabar

Delapan Kecamatan di Kabupaten Bandung Ikuti PSBB Jabar

INIILAH, Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung mengikuti perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang akan diberlakukan Pemprov Jabar di semua kabupaten/kota.

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurahman mengatakan, di wilayahnya PSBB akan diberlakukan parsial di delapan kecamatan. Sebelumnya, pada PSBB Bandung Raya kebijakan itu diberlakukan tujuh kecamatan yakni Margahayu, Margaasih, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Cileunyi, Baleendah, dan Rancaekek.

"Dari tujuh kecamatan itu, pada tahap dua ini ada penambahan satu yakni Banjaran. Pertimbangannya, jumlah ODP (orang dalam pengawasan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) di sana relatif tinggi. Belum lagi pergerakan kendaraan dan orang di sana pun tinggi," kata Yudi, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, pada pelaksanaan PSBB tahap dua ini lebih menekankan peran RT/RW bereserta aparat kewilayahan dari kecamatan, desa dan kelurahan. Terutama dalam pemantauan masyarakat yang baru tiba dari perantaun. Selain itu, masyarakat baik yang berada dalam wilayah PSBB maupun tidak diminta lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan seperti memakai masker, tidak berkerumun dan menjaga jarak menjadi penentu keberhasilan dari PSBB ini. Karena pada PSBB kemarin memang harus diakui kerumuman masa dan protokol keshatan lainnya masih banyak diabaikan oleh masyarakat, padahal sosialisasi terus dilakukan diberbagai media, termasuk dengan wawar langsung pakai pengeras suara," ujarnya.

Yudi melanjutkan, pada pelaksanaan PSBB tahap pertama kemarin, dari sisi pergerakan kendaraan memang ada penurunan. Namun memang dari jumlah ODP, PDP dan positif ada peningkatan. Meskipun peningkatan ini tidak terjadi secara sgnifikan namun tetap harus diwaspadai dan antisipasi.

Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bandung, per 5 April jumlah pasien positif Covid-19 sebanyak 25 orang, sembuh 9 orang dan meninggal dunia 5 orang. Sedangkan, jumlah PDP sebanyak 39 orang. (Dani R Nugraha)