Ternyata Ini Alasan Angka Kasus Covid-19 di Jabar Meroket

Ternyata Ini Alasan Angka Kasus Covid-19 di Jabar Meroket
Istimewa

INILAH, Bandung-Kepala Dinas Kesehatan (Kandinkes) Jawa Barat sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani Gelung Sakti memaparkan alasan meroketnya angka terkonfirmasi virus Corona di Jabar. Di mana pada Selasa (5/5/2020) ini tercatat 1.300 warga Jabar yang positif terinfeksi.

Berli mengatakan, pihaknya menerima 123 kasus Covid-19 pindahan dari DKI Jakarta. 

"Untuk hari ini ada anomali, bahwa di situ ada penambahan yang cukup signifikan dan itu peningkatannya hampir 200 (kasus), itu disebabkan karena pertama, ada data yang disebut dengan kasus pindahan dari Jakarta, setelah dilakukan verifikasi ternyata alamatnya di Jabar," ujar Berli. 

Berli menambahkan, berdasarkan komunikasi antar pimpinan daerah ditemukan sebanyak 123 warga Jabar asal Kota Bekasi yang terkonfirmasi positif Covid di DKI Jakarta. 

Sebelumnya, sempat ada ketidaksesuaian data di Pikobar dengan yang diumumkan oleh juru bicara provinsi atau nasional. Menurut  Berli hal tersebut terjadi, lantaran adanya jeda waktu pemeriksaan di laboratorium kesehatan di daerah.

"Seperti misalnya dari klaster GBI, ini kan pemeriksaannya seminggu yang lalu, tapi hasilnya baru keluar minggu ini, karena peralatan di laboratorium kesehatan yang sedang kita coba capai kapasitas optimal, kemudian kita lakukan percepatan (pemeriksaan) terhadap sampel yang sudah tersimpan beberapa hari di labkes, hasilnya seperti ada lonjakan," tuturnya.

Agar tak membingungkan publik, kata Berli, pihaknya akan menyaring data terkait COVID-19 tersebut. "Termasuk mencari kapan kasus itu terjadi karena tidak semua terjadi dalam satu hari, kita akan telusuri bahwa kasus ini terjadi tanggal berapa, dari pola ini kita bisa melakukan revisi permodelan untuk menghitung kasus yang ditangani oleh kita di masa pandemi COVID-19 ini, kami dari Dinkes menyampaikan permohonan maaf," katanya. (riantonurdiansyah)