PSBB Dimulai, Ada 42 Cek Poin di Kabupaten Garut

PSBB Dimulai, Ada 42 Cek Poin di Kabupaten Garut
(Antara Foto)

INILAH, Garut- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan 42 cek poin tersebar di sejumlah kecamatan untuk memeriksa dan menindak para pelanggar selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar selama 14 hari mulai 6 Mei 2020.

"Cek poin yang utama ada di Kadungora dan Limbangan (daerah perbatasan Bandung), Perbupnya sudah ada," kata Bupati Garut Rudy Gunawan kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Pemkab Garut telah siap melaksanakan PSBB tingkat provinsi dengan menerjukan petugas dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan instansi lainnya termasuk kepolisian dan TNI untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19.

Khusus di Garut, kata dia, disiapkan 14 cek poin utama, kemudian ditambah 28 cek poin pendukung yang akan memeriksa setiap orang maupun kepentingan dan tujuannya ke Garut.

"Untuk cek poin utama itu berada di bawah koordinasi Polres dan Kodim Garut," katanya.

Ia menyampaikan penerapan PSBB tingkat provinsi di Garut akan berjalan lancar jika seluruh elemen masyarakat menaati aturan yang disarankan pemerintah seperti menjaga jarak, tidak berkerumun, dan menggunakan masker.

Jika ada kerumunan orang selama operasi PSBB, kata dia, maka petugas di lapangan akan menertibkannya, termasuk toko yang memicu kerumunan orang akan ditutup.

"Kalau tidak berkerumun, mengatur jarak, tapi kalau tiba-tiba kumpul banyak, akan ditutup, kecuali toko sembako," katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan wabah COVID-19 di Garut sudah cukup baik, terbukti selama tujuh hari kebelakang tidak menemukan kasus baru positif COVID-19.

Meski begitu, lanjut dia, petugas medis di lapangan terus melakukan pemantauan dan menelusuri setiap orang yang pernah kontak fisik dengan pasien positif, termasuk menunggu perkembangan dari orang yang hasilnya reaktif.

"Sekarang menunggu hasil yang reaktif dari klaster Masjid Madinah di Tarogong Kaler," katanya. (antara)