Skuat Juventus Mulai Berlatih, CR7 Masih Diisolasi

Skuat Juventus Mulai Berlatih, CR7 Masih Diisolasi
(Antara Foto)

INILAH, Turin- Para pemain Juventus mulai kembali menjalani latihan secara individu di pusat pelatihan olahraga di Continassa Training Centre pada Selasa (5/5) waktu setempat. Hanya saja, Cristiano Ronaldo masih harus menjalani isolasi mandiri selama dua pekan setelah tiba di Italia, Senin.

Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, yang terlihat menggunakan masker hitam itu menjadi pemain yang tiba di tempat lebih awal. Kemudian disusul Aaron Ramsey, Miralem Pjanic, Juan Cuadrado, Mattia De Sciglio, Federico Bernardeschi, serta Daniele Rugani.

Juventus menyatakan, pada tahap awal mereka akan memulai sesi latihan secara individu dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah Italia.

"Setelah melakukan tes di J Medical kemarin, sejumlah pemain kini mulai kembali menjalani latihan di Continassa Training Centre, di mana mereka akan mulai memulihkan kondisi agar siap kembali berkompetisi," kata Juventus dalam pernyataannya.

Namun kehadiran megabintang asal Portugal Cristiano Ronaldo masih belum bisa dipastikan setelah ia dan keluarganya sempat berada di Madeira selama dua bulan.

Peraih Ballon d'Or lima kali itu sudah tiba di Turin pada Senin (4/5) kemarin, namun ia masih harus menjalani isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes COVID-19.

Tim-tim sepak bola Italia telah diizinkan untuk menggelar latihan mulai Senin (4/5) setelah pemerintah setempat melonggarkan aturan lockdown.

Seperti halnya Juventus, klub-klub lain seperti Atalanta, Bologna dan Udinese juga sudah mulai kembali berlatih pada Selasa (5/5). Adapun Sassuolo dan Lecce telah lebih dulu memulai pelatihan pada Senin lalu.

Meski sudah diizinkan menggelar latihan, Menteri Olahraga Italia Vincenzo Spadafora memperingatkan bahwa pelatihan secara kelompok tetap harus menunggu hingga 18 Mei.

Pihaknya juga masih belum dapat memastikan apakah pertandingan Serie A bisa kembali dimulai mengingat pandemi COVID-19 telah menewaskan lebih dari 29.000 orang di Italia, demikian dilaporkan AFP. (antara)