MUI Jabar Minta Masyarakat Taati Aturan PSBB

MUI Jabar Minta Masyarakat Taati Aturan PSBB
Foto: Syamsuddin Nasoetion.

INILAH, Bandung - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk menaati aturan yang berlaku saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengatakan, sejauh ini PSBB merupakan sebuah ikhtiar atau usaha yang baik untuk menekan angka penyebaran pandemi Covid-19 di Jawa Barat.

Meski demikian, lanjut Rafani, penerapan PSBB di Jawa Barat tidak akan sukses menekan angka penyebaran virus corona atau Covid-19, jika masyarakatnya tidak menaati aturan.

"Dari awal juga kita kan sudah mendukung kebijakan pemerintah dalam hal penerapan PSBB. Karena PSBB ini sebagai ikhtiar manusia untuk menghindari Covid-19 ini," ucap Rafani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (6/5/2020).

"Tentu ikhtiar ini kan berdasarkan kajian beberapa ahli tidak sembarangan. Jadi MUI tentu mengingatkan kepada masyarakat mari kita ikuti aturan psbb itu," sambungnya.

Lebih lanjut, Rafani menjelaskan, ketika sebuah kebijakan dari Pemerintah demi kemaslahatan (kebaikan) umat tentunya harus diikuti dengan baik oleh masyarakat. Hal itu juga tertuang dalam ajaran agama islam untuk menaati aturan Pemerintah.

"Jelas ada kan (Dalil), taatilah alloh dan rasul dan taati juga ulil amri, ulil amri itu kan pemerintah," ungkap Rafani.

Selain itu, Rafani menambahkan, penerapan aturan PSBB juga tidak lepas dari peran para ulama didalamnya. Pasalnya, sebagian aturan PSBB mengacu pada Fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi pandemi COVID-19.

"Apalagi dalam penerapan PSBB, kebijakan pemerintah ini memperhatikan dulu fatwa ulama. Kan harusnya bersyukur, fatwa ulama dijadikan acuan," pungkas Rafani.

Perlu diketahui, Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku bagi semua kabupaten/kota mulai hari ini, Rabu (6/5/2020).

PSBB yang telah disetujui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu berlangsung untuk masa terpanjang inkubasi virus corona yaitu 14 hari atau hingga 19 Mei mendatang.

Menteri Terawan telah menandatangani surat keputusan (SK) bernomor HK.01.07/Menkes/289/2020 tentang penetapan PSBB di Provinsi Jabar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Dalam SK Menkes tersebut, hanya disebutkan PSBB berlangsung untuk masa terpanjang inkubasi virus atau 14 hari. (Ridwan Abdul Malik)