Pengemudi Travel 'Gelap' Nekat Antar Pemudik, Ternyata Tarifnya...

Pengemudi Travel 'Gelap' Nekat Antar Pemudik, Ternyata Tarifnya...
Kasat Lantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama. (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Larangan mudik akibat pandemi virus corona (covid19) seakan menjadi sensasi baru bagi para pengemudi mobil travel gelap. Meski mengabaikan larangan mudik dengan nekat mengantar para penumpang asal Jakarta ke berbagai wilayah di Indonesia.

Seperti yang terjadi hari ini. Satlantas Polres Bandung kembali memergoki 2 unit kendaraan pribadi yang dijadikan travel gelap. Satu berjenis Daihatsu Sigra dengan 5 orang penumpang, dan satu lagi minibus dengan plat nomor R 1035 KR. 

Kedua mobil travel gelap, itu mengangkut belasan pemudik asal Jakarta yang hendak menuju bebagai daerah di Jawa tengah dan Jawa Barat. Salah satu sopir mengaku tarif yang dikenakan untuk setiap penumpang bervariasi, antara Rp250 ribu hingga Rp350 ribu. Tergantung dari jarak akhir penumpang. 

"Selama pandemi corona saya sudah beberapa kali mengantar penumpang ke Jawa tengah, tapi belum diberlakukan PSBB dan pakai mobil Luxio. Sekarang saya pakai elf biar bisa nampung lebih banyak penumpang," kata sopir yang tak mau menyebutkan namanya itu, Rabu (6/5/2020).

Sopir tersebut mengaku mentehui soal adanya larangan mudik tersebut. Namun ia tak kuasa menahan godaan ongkos angkut yang cukup menggiurkan itu.

Sementara itu, malam tadi, Satlantas Polresta Bandung juga memergoki  sebuah kendaraan yang hendak mengantar pemudik asal Jakarta ke wilayah Brebes Jawa Tengah. Agar lolos dari pemeriksaan petugas, sopir yang enggan disebut namanya tersebut berangkat dari Jakarta saat jam istirahat petugas cek point atau saat waktu berbuka puasa. Kemudian setelah memasuki wilayah Bandung, mereka menunggu tengah malam di rest area. Untuk menghindari pemeriksaan dari petugas. 

Namun apes bagi sang sopir travel gelap yang mengangkut 9 orang penumpang tersebut, saat keluar gate tol Cileunyi ternyata polis siaga 24 Jam, Kendaraan pun langsung dihentikan dan diperiksa. Ternyata, kendaraan minibus dengan plat nomor B 1241 KZK ini mengangkut 9 orang dari Jakarta hendak mudik ke Brebes Jawa Tengah, para penumpang yang rata-rata asisten rumah tangga ini mengaku nekat mudik meski harus  membayar ongkos lumayan mahal. Begitu juga dengan sopir mengaku rela mengantar para pemudik karena tergiur bayaran yang tinggi. 

Kasat Lantas Polresta Bandung AKP Hasby Ristama, yang memimpin Ops Ketupat 2020 di Gate Tol Cileunyi mengatakan jika anggotanya selalu bersiaga selema 24 jam. Termasuk saat jam istirahat mereka tetap siaga dan memeriksa semua kendaraan yang melintas.

"Petugas kami di 17 titik diwilayah Kabupaten Bandung siaga 24 nonstop.  Khusus untuk di check point Cileunyi kami menempatkan 39 Personel dengan waktu Shift 2 jam sekali, dengan begitu tidak ada waktu kosong bagi pengendara dari pemantau petugas," kata Hasby.

Sementara itu Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan SIK, mengatakan pihaknya tidak akan segan menindak siapapun yang melanggar aturan mudik maupun melanggar aturan PSBB. 

"Sesuai intruksi Presiden dan Kapolri, kamu  tindak tegas bagi siapapun yang melanggar aturan ini, ini demi kemanuasiaan," Katanya. 

Hendra juga mengimbau masyarakat untuk memahami semua aturan PSBB dan larangan mudik. 

"Masyarakat juga harus tahu dan paham semua PSBB secara rinci apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh, sehingga dilapangan tidak ada lagi salah presepsi," ujarnya. (rd dani r nugraha).