Jadi Polemik, Umbara : Tak Ada Daging Ayam Lagi di Bansos

Jadi Polemik, Umbara : Tak Ada Daging Ayam Lagi di Bansos
Foto : Warga RW 13 Desa Citapen, Cihampelas, Kab. Bandung Barat (KBB) mengeluhkan isi paket sembako bantuan Covid-19 dari Pemkab berisi daging ayam yang sudah mengeluarkan bau busuk (Istimewa)

INILAH, Ngamprah- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan tidak akan memasukan daging ayam dalam bantuan sosial (Bansos) kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Seperti diketahui, daging ayam yang menjadi salah satu item bansos dari Pemda KBB yang diterima warga dalam kondisi membusuk. Guna mencegah hal tersebut terulang, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna meminta Dinas Sosial untuk tidak memasukan daging ayam beku dalam bantuan yang akan didistribusikan selanjutnya.

"Kita ganti semua dengan makanan yang tahan lama. Dari rapat Forkompinda, Kejari dan Kapolres sepakat untuk mengganti daging ayam dengan bahan makanan yang tahan hingga satu atau dua bulan," ungkap Umbara kepada wartawan usai rapat Forkompinda, Selasa (5/5/2020).

Panja Percepatan penangananan Covid-19 DPRD KBB sebelumnya sempat mengingatkan Dinsos agar untuk tidak menyertakan daging ayam beku dalam komoditi bansos bagi warga PSBB.

Pasalnya, beberapa waktu lalu sempat ada temuan empat paket sembako tidak layak konsumsi yang diakibatkan oleh daging ayam busuk. 

Penerapan PSBB di KBB berlaku di 7 kecamatan, antara lain Ngamprah, Parongpong, Lembang, Batujajar, Cipatat, Cisarua, dan Padalarang. Tercatat sebanyak 4.324 Kepala Keluarga (KK) berhak menerima bansos tersebut.

Umbara memastikan Kabupaten Bandung Barat tidak kekurangan anggaran. Tak hanya sembako, kata dia, anggaran tersebut digunakan untuk pengamanan dan juga kesehatan dengan total anggaran mencapai Rp225 miliar.

"Untuk bansos tak perlu khawatir, kita sudah siapkan dana sebesar Rp225 miliar. Dana itu dipakai untuk PSBB, kesehatan, pengamanan, dan lainnya," tandasnya. (agus sn).

 

​​​​