Resahkan Warga, Bima Larang Pungli Bansos

Resahkan Warga, Bima Larang Pungli Bansos
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya mengeluarkan surat edaran terkait adanya laporan warga masyarakat tentang dugaan pungutan liar (pungli) dalam penyaluran bantuan jaring pengaman sosial bantuan sosial (Bansos) tunai kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Orang nomor satu di Kota Bogor itu menerbitkan surat edaran Nomor 440/161-Bag-Pem yang isinya mengintruksikan kepada jajaran pemerintah di tingkat paling bawah pemerintahan untuk tidak melakukan pungutan.
 
"Semua aparatur wilayah tidak boleh meminta imbalan jasa apalagi sampai melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada warga terdampak Covid-19 penerima Bansos tunai," kata Bima Arya, Rabu (6/5/2020).

Dia menegaskan, aparatur wilayah harus melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila terdapat dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oknum petugas distribusi Bansos baik berupa uang tunai maupun sembako disertai bukti kuat.

Sementara itu, PT Pos Indonesia Cabang Bogor langsung bergerak cepat melakukan penelusuran dugaan penyimpangan terkait dengan pendistribusian bantuan dari Kemensos sebesar Rp600 ribu.

Kepala Kantor Pos Cabang Bogor Bagus Muhammad Yusuf langsung mendatangi warga Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Setelah ditelusuri, ternyata kurir tersebut tidak meminta uang secara langsung. Akan tetapi, warga yang memberikan uang imbalan kepada kurir pengantar bantuan.

"Jadi memang warga memberikan imbalan kepada petugas yang sudah mengantarkan bantuan. Karena warga tersebut merasa kasihan kepada petugas yang harus mengantarkan bantuan ke rumahnya yang berada di bantaran kali," ujar Yusuf saat dikonfirmasi. (Rizki Mauludi)