Polisi Menduga Ada Penyalahgunaan Dana Covid-19 di KBB

Polisi Menduga Ada Penyalahgunaan Dana Covid-19 di KBB
Foto : Ilustrasi

INILAH, Ngamprah- Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Cimahi mulai melakukan penyelidikan terkait adanya indikasi penyalahgunaan anggaran penanganan COVID-19. Hal tersebut dilakukan menyusul temuan daging ayam busuk dalam empat paket sembako yang diterima warga RW 13, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (23/4) lalu. 

Kanit Tipikor Polres Cimahi, Iptu Herman Saputra mengatakan, penyelidikan tersebut dilakukan atas laporan masyarakat dan informasi dari media terkait empat sembako yang tidak layak konsumsi.

"Kami melakukan penyelidikan teekait dugaan penyalahgunaan anggaran bantuan COVID-19. Itu terkait sembako yang busuk di Desa Citapen, Cihampelas, KBB," ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/5).

Herman menjelaskan, hingga saat ini jajarannya telah memanggil sejumlah pihak yang menerima dan menyalurkan bantuan sembako tersebut untuk dimintai keterangan. Dari hasil keterangan tersebut nantinya akan diolah untuk tahap penyelidikan lebih lanjut.

"Sudah mengundang pihak terkait. Kemarin Kepala Desa, hari ini pengurus RT dan RW. Pemanggilan ini baru interogasi saja. Kita agendakan juga pemanggilan Camat, Sekcam, dan Sekdes," tuturnya.

Herman mengaku, pihaknya belum bisa memberikan keterangan hasil pemeriksaan sementara. Kendati demikian, polisi sudah menyita barang bukti sembako berisi ayam busuk itu.

"Belum mengarah dan belum menyimpulkan ke kelalaian. Agenda penyelidikan ini masih panjang. Barang bukti sembako sudah diamankan," katanya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara mengaku dirinya sudah ditegur oleh aparat penegak hukum (APH). Ia memastikan, penyaluran bantuan sembako berikutnya tidak akan lagi memasukan daging ayam.

"Semuanya harus diganti dengan yang kuat lama. Hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pak Kejari dan pak Kapolres juga minta ayam diganti dengan yang kuat lama sampai sebulan atau dua bulan," ujarnya. (agus sn).