Hari Pertama PSBB Jabar di Garut, Penutupan 7 Ruas Jalan di Pusat Kota Tak Efektif

Hari Pertama PSBB Jabar di Garut, Penutupan 7 Ruas Jalan di Pusat Kota Tak Efektif
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Petugas maupun warga masyarakat cenderung tampak masih gamang menyikapi hari pertama pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut, Rabu (6/5/2020).

Kendati suasana arus lalu lintas di berbagai jalur lintasan di wilayah Kabupaten Garut tampak lengang dan sunyi sepanjang pagi, namun menjelang sore suasananya berubah menjadi ramai.

Berbagai jenis kendaraan bermotor berseliweran. Kerumunan warga menyerbu pusat perbelanjaan, pertokoan, dan pedagang kaki lima (PKL) yang tetap beroperasi sejak pagi.

Sebagian warga rela mengantre berbelanja dengan menerapkan penjagaan jarak serta melalui pemeriksaan thermogun yang diberlakukan di suatu pusat perbelanjaan namun sebagian di tempat lainnya malah berdesak-desakan.

Petugas pun terkesan masih melakukan sosialisasi akan pentingnya masyarakat mematuhi ketentuan PSBB daripada melakukan penindakan. Pemeriksaan terhadap kendaraan yang berlalu lalang pun belum efektif.

Camat Garut Kota Bambang Hapid membenarkan pada hari pertama pelaksanaan PSBB, para petugas lebih mengarah melakukan sosialisasi. Sehingga pelanggar pun belum akan dikenai sanksi melainkan sebatas diberikan peringatan.

"Kalau pagi sih memang sepi. Tapi siangnya apalagi selepas pukul 15.00 WIB, ramai. Biasanya aja, pertokoan dan PKL juga buka. Hanya tidak seramai kemarin. Kalau kemarin dan dua hari sebelum PSBB kan memang masyarakat banyak yang ketakutan tidak akan bisa kemana-mana," kata Ari (40) warga Pataruman Tarogong Kidul.

Senada dikemukakan Yayan (48) warga Pakuwon Garut Kota. Menurutnya, kondisi kawasan kota Garut pada hari pertama pelaksanaan PSBB tak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Terutama menjelang sore.

"Toko buka. Mobil biasa normal. Jadi, penutupan tujuh ruas jalan di Pengkolan (pusat kota Garut) itu pun enggak pernah efektif. Hanya satu hari itu saja, karena ada penyemprotan disinfektan sebab ada yang positif Covid-19 yang kedua itu," ujarnya.

Penutupan tujuh ruas jalan di kawasan pusat kota Garut dilakukan pada 26 Maret 2020 selama 14 hari kemudian menyusul ditemukannya kasus kedua positif Covid-19 di Garut Kota. Ketujuh ruas jalan tersebut yakni Jalan Ahmad Yani (mulai perempatan toko Asia hingga Apoteksari), Jalan Veteran, Jalan Siliwangi, Jalan Ranggalawe, Jalan Cikuray, Jalan Bank, dan Jalan Merdeka. Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Banyaknya pusat perbelanjaan maupun pertokoan beroperasi itu tak lepas dari pernyataan Bupati Garut Rudy Gunawan sebelumnya yang memperbolehkan pertokoan di wilayah perkotaan beroperasi meskipun diberlakukan PSBB. Itu pun dengan syarat tidak menimbulkan kerumunan massa. (Zainulmukhtar)