Waspada! Di Garut Sudah Ada Transmisi Lokal Covid-19

Waspada! Di Garut Sudah Ada Transmisi Lokal Covid-19
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus menunjukkan peningkatan. Termasuk temuan kasus positif Covid-19 yang kini mencapai 11 kasus dengan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Hal itu beberapa kali disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut dalam berbagai kesempatan.

Kewaspadaan mesti lebih ditingkatkan, terlebih saat ini, di Kabupaten Garut ditengarai penularan Covid-19 bukan lagi kasus impor melainkan ditengarai sudah terjadi penularan lokal atau transmisi lokal. Yakni pasien positif Covid-19 dari klaster luar daerah telah menulari warga setempat, lalu menulari warga lainnya.

Karena itu pula, Wabup Garut Helmi Budiman menilai pelaksanaan PSBB di Kabupaten Garut merupakan kebutuhan.

"Kondisi Kabupaten Garut memerlukan PSBB karena peningkatan confirm positif-nya. Apalagi dilihat dari sisi transmisinya sudah ada transmisi lokal. Artinya, penularannya bersifat lokal, bukan import lagi. Jadi, dari situ kita memerlukan PSBB agar penyebaran Covid-19 ini bisa diatasi," ujar Helmi yang juga Wakil Ketua IV Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, pada dialog interaktif di sebuah stasiun radio swasta di Garut, Rabu (6/5/2020).

Menurut Helmi, PSBB sendiri bertujuan membatasi kegiatan tertentu dan pergerakan orang dan atau barang dalam upaya menekan penyebaran Covid-19, meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19, memperkuat upaya penanganan kesehatan akibat Covid-19, dan menangani dampak sosial ekonomi dari penyebaran Covid-19.

Dengan diberlakukan PSBB, Halmi menilai tes cepat (rapid test) Covid-19 harus dilakukan secara massif dibandingkan sebelum diberlakukan PSBB.

"Paling tidak, kalau kemarin hanya confirm positif dan yang kontak erat dengan yang confirm positif (PDP, ODP dan OTG) yang dikejar maka sekarang tidak hanya itu. Termasuk yang banyak terpapar dan banyak aktif, semisal tenaga medis, paramedis, dan tenaga kesehatan, yang banyak interaksi langsung bersentuhan dengan pasien," ujarnya.(zainulmukhtar)