PSBB, Masih Banyak Toko Buka di Jalan Protokol Purwakarta

PSBB, Masih Banyak Toko Buka di Jalan Protokol Purwakarta
foto: INILAH/Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta telah memulai penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah ini sejak Rabu (6/5/2020). Ada enam dari 17 kecamatan yang diberlakukan pembatasan tersebut. PSBB ini, sesuai arahan dari Pemprov Jabar yang juga merujuk pada Surat keputusan Menteri Kesehatan RI nomor HK.oL.07 I MENKES/28g I 2020.

Pantauan INILAH, di hari kedua pelaksanaan PSBB yang juga dilakukan serentak di sejumlah daerah di Jabar itu, terlihat sudah ada penurunan aktifitas warga. Sayangnya, telihat masih banyak toko yang membandel dengan tetap buka. Misalnya, yang terdapat di sepanjang Jalan Sudirman (jalan protokol).

Melihat kondisi tersebut, sejumlah petugas dari Satpol PP pun terlihat menyisir satu per satu pertokoan non pangan yang masih membandel selama penerapan PSBB ini. Memang, tak bisa dipungkiri, masyarakat masih terlihat belum siap dengan penerapan PSBB tersebut.

Kasi Operasional dan Pengendalian, Bidang Trantibum pada Satpol PP Purwakarta, Teguh Juarsa mengungkapkan kegiatan penyisiran toko-toko seperti hari ini merupakan bagian dari penegakan selama pelaksanaan PSBB berlangsung.

“Kami ditugaskan untuk menyisir seluruh lokasi yang diterapkan PSBB. Kami lihat, ada toko-toko yang masih pada buka. Seharusnya tidak boleh, kecuali toko sembako,” ujar teguh kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Teguh menjelaskan, dalam penyisiran tersebut pihaknya langsung melakukan tindakan jika ada toko non pangan masih tampak buka. Yakni, meminta pemiliknya untuk menutup. Dalam penyisirannnya kali ini pihaknya pun menemukan ada kamuflase pemilik toko yang di depan tokonya menjajakan makanan tetapi ternyata di dalamnya menjual alat-alat kecantikan atau kosmetik.

“Nanti kalau tetap membandel bisa saja kami segel biar mereka jera,” tegas dia.

Teguh menambahkan, penyisiran ini bakal dilakukan selama tiga hari. Jika dalam sosialisai tiga kali ini mereka masih membandel, terpaksa akan dilakukan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ya kami ingin melihat apakah merek ada yang tahu atau tidak. Jika bandel, sanksinya bisa sampai hal perizinan mereka akan dicabut,” jelas dia. (Asep Mulyana)