Perawat Butuhkan Perlindungan dan Dukungan Optimal

Perawat Butuhkan Perlindungan dan Dukungan Optimal
ilustrasi

 

INILAH, Bandung - Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garis paling depan di seluruh tatanan pelayanan pandemi Coronavirus (COVID-19). Meski tahu risiko dari penyakit COVID-19 sangat berat, perawat tetap punya komitmen untuk merawat pasien.

“Perawat terus bekerja walaupun alat pelindung diri (APD) yang tersedia di RS terbatas. Ini karena keberanian moral dan tanggung jawab profesional bagaimana bisa berikan asuhan keperawatan terbaik,” ujar Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Henny Suzana Mediani, PhD, Kamis (7/5/2020).

Henny menjelaskan, karena berada di garis terdepan, perawat menjadi sosok penting dalam penanganan pasien pandemi COVID-19. Ia berperan sebagai konektor antara pasien dan tenaga kesehatan profesional lainnya.

Dalam praktiknya, ada sejumlah peran perawat dalam pelayanan COVID-19, antara lain sebagai pengasuh (caregiver), penentu keputusan klinis, pendidik, komunikator, kolaborator, serta melakukan advokasi kepada pasien.

Karena berperan sebagai sosok penting, perawat membutuhkan apresiasi dan perhatian semua pihak. Pada tingkat institusi kesehatan, Henny mendorong agar RS harus menyediakan APD serta mampu menghitung rasio kecukupan dari perawat yang bekerja.

“Perawat juga harus diberikan edukasi tentang bagaimana memberikan layanan keperawatan kepada pasien COVID-19, utamanya perawat di luar ICU,” kata Henny.

Selain itu, institusi harus bisa mengukur bagaimana tingkat kepuasan bekerja setiap perawat. Hal ini didasarkan atas prediksi banyaknya perawat yang bekerja lebih dari jam kerjanya di masa pandemi COVID-19 berisiko mengalami gangguan kesehatan mental.

“Dari hasil penelitian, di satu sisi perawat harus menjalankan tanggung jawabnya merawat pasien. Sementara di sisi lain, perawat juga takut akan hal yang akan terjadi pada dia dan keluarganya,” ujarnya.

Pada tingkat perawat sendiri, Henny menjelaskan, perawat harus paham mengenai bagaimana upaya pencegahan infeksi ketika menangani pasien COVID-19. “Pemahaman mengenai palliative care dan end of life care harus dipahami oleh perawat,” pungkasnya. (Okky Adiana).