Pemkot Bogor Persiapkan Makanan Tambahan dan Insentif Tenaga Kesehatan

Pemkot Bogor Persiapkan Makanan Tambahan dan Insentif Tenaga Kesehatan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor akan memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil, balita dan lansia serta insentif bagi tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, pemberian makanan tambahan pada ibu hamil, balita, dan lansia berupa susu formula untuk ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebanyak 3.804 dus.

"Kemudian, susu formula untuk balita gizi buruk umur kurang dari 1 tahun sebanyak 480 sachet pada delapan balita dan susu formula untuk balita gizi buruk umur lebih dari 1 tahun sebanyak 666 kaleng pada 74 balita," kata Retno kepada wartawan, Kamis (7/5/2020).

Sedangkan, lansia berumur di atas 60 tahun pada keluarga miskin yang aktif ke Posbindu akan diberikan makanan tambahan berupa susu formula berbentuk bubuk sebanyak 2.400 dus.

"Ini adalah program dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan. Saya mengalokasikan untuk pemberian makanan tambahan ini dari realokasi anggaran Dinkes untuk bulan Mei-Juni sebesar Rp367.029.900," tambahnya.

Menurutnya, bantuan ini akan terus diberikan mengingat banyak warga golongan lemah banyak yang terdampak Covid-19.

"Kalau kami tidak perhatikan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi bisa berisiko stunting. Sementara ini baru untuk dua bulan ke depan," terangnya.

Di bagian lain, Retno menyebutkan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan di Puskesmas pada Mei-Juni pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp691 juta. Dana itu di antaranya untuk dokter, bidan, perawat, surveilans, dan analis laboratorium.

"Pemberian insentif ini anggarannya berasal dari BTT APBD Kota Bogor, untuk besaran insentif ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tuturnya.

Recananya, Kementerian Kesehatan pun akan memberikan insentif bagi tenaga kesehatan. Pihaknya juga, sudah mendapatkan sosialisasi mengenai insentif untuk tenaga kesehatan dan memang tidak boleh ada penerima ganda. Mei dan Juni akan digunakan mekanisme dari pusat berdasarkan aturan. Itu pun harus dipilih yang terlibat langsung Covid-19.

"Pada intinya, Pemkot Bogor akan memperhatikan insentif bagi tenaga kesehatan yang  berjuang di garda terdepan dan berisiko paling besar terpapar Covid-19," pungkasnya. (Rizki Mauludi)