Penjemputan WNI Termasuk Warga Jabar di Luar Negeri Terus Berlanjut

Penjemputan WNI Termasuk Warga Jabar di Luar Negeri Terus Berlanjut

INILAH, Bandung- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar turut serta membantu pemerintah pusat memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri.

Untuk pelaksanaan tahap II, total 381 orang yang dipulangkan di mana mereka mendarat dari Arab Saudi di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan pesawat Saudi Arabian Nomor Penerbangan SVA818 route Riyadh (JED) - Jakarta (CGK), Selasa (5/5/2020).

Divisi Pengamanan Gugus Tugas penanganan percapatan penanggulangan Covid-19 Dedi Taufik mengatakan 38 orang dari dari 381 penumpang tersebut merupakan warga jabar. Mereka kebanyakan mahasiswa, sisanya berstatus tenaga kerja indonesia (TKI).

Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan hingga dokumen. Puluhan warga Jabar tersebut berangkat menuju balai pelatihan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Jabar di Kota Cimahi.

Dia menjelaskan, bahwa penumpang dari Arab Saudi masuk katagori PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri). Artinya, berdasarkan Permenkes setiap PPLN wajib Isolasi mandiri.

"Saat penjemputan, kami mengatur screening penumpang saat di bandara dan saat kedatangan dengan mencatat nama, tujuan daerah, nomor telepon, No pasport ,dan NIK," kata dia, Rabu (6/5/2020). 

Dedi mengatakan, bahwa gelombang penjemputan WNI diprediksi akan berlanjut. Untuk itu, berdasarkan evaluasi dalam pelaksanaannya, proses penjemputan di bandara harus melibatkan lintas divisi.

Kemudian, informasi kedatangan WNI asal Jabar minimal H-2 sudah terinformasi ke tim Gugus Tugas Provinsi Jabar untuk koordinasi lintas instansi. Catatan penumpang (manisfestasi) diusahakan minimal H-1 sudah diterima oleh tim Gugus Tugas nasional dan Gugus Tugas provinsi/daerah lain.

"Harus ada tim untuk mengatur teknis dan mengedukasi saat kedatangan WNI asal Jabar. Selain itu, Rapid test diusahakan di bandara, jika positif diusahakan isolasi di tempat atau dikirim ke wisma atlet," ucap dia. (riantonurdiansyah)