Ini Penjelasan Direktur Bisnis Terkait Kisruh di PT LIB

Ini Penjelasan Direktur Bisnis Terkait Kisruh di PT LIB

INILAH, Bandung - Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rudy Kangdra akhirnya buka suara terkait surat mosi tidak percaya yang ditunjukan untuk pemilik saham yakni klub dan PSSI.

Rudy membenarkan surat itu merupakan sebuah ungkapan keresahan pihaknya lantaran PT LIB yang merupakan Perseroan tidak melakukan cara-cara yang semestinya yang diatur oleh perundang-undangan di bidang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

"Jadi kami menyampaikan kepada pemegang saham, dalam hal ini klub dan Federasi bahwa kondisi di perusahaan itu seperti ini. Dan beberapa keputusan tidak melibatkan Direksi," ungkap Rudy kepada INILAH KORAN, Kamis (7/5/2020). 

Kondisi ini, kata Rudy sudah terjadi sejak 3 Maret 2020 lalu. Pertama kali terjadi saat Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri memberikan hasil struktur tanpa pembahasan rapat direksi. 

"Lantas kemarin, PT LIB mengirimkan surat kepada PSSI mengenai subsidi klub. Untuk klub Liga 1 sebesar Rp350 juta dan klub peserta Liga 2 Rp100 juta," bebernya. 

Rudy mengaku tidak tahu menahu terkait pemangkasan subsidi tersebut. Menurutnya sesuai komitmen awal untuk Liga 1 sebesar Rp520 juta dan Liga 2 Rp450 juta untuk pembayaran pertama dan pembayaran selanjutnya Rp100 juta. 

"Kemarin kita dikirimkan surat lagi dari internal. Pak tolong di tandatangani surat mengenai gaji dan lain-lain yang katanya sudah melalui rapat direksi. Saya bilang, kita gak rapat direksinya, bagaimana kita tandatangani," katanya. 

Karena itu, Rudy meminta kepada pemegang saham agar segera mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) untuk meneliti lebih jauh pengaduan ini serta melakukan evaluasi terhadap kepengurusan Perseroan dan untuk mengambil langkah-langkah penyelamatan demi kebaikan Perseroan.

"Kita memberitahukan kepasa pemegang saham dalam hal ini klub dan federasi. Nah tentunya keputusan itu (RUPS) ada di pemegang saham," pungkasnya.

Sebelumnya, konflik internal di PT LIB kian memanas. Kali ini para staf dari operator kompetisi membeberkan keresahannya.

Belakangan, gonjang ganjing muncul di PT LIB ketika anak Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri, Pradana Aditya Wicaksana disebut bakal menduduki posisi General Umum. 

Kali ini surat yang ditunjukan kepada para pemegang saham PT LIB tertanggal 4 Mei 2020 tertulis bahwa saat ini terjadi keresahan di internal perseroan. 

Surat ini ditandatangi oleh Sudjana selaku Direktur Operasional, Rudy Kangdra selaku Direktur Bisnis dan Anthony Chandra Kartawirta sebagai Direktur Keuangan menyebutkan bahwa pengurusan dan pengelolaan PT LIB tidak dilakukan dengan cara-cara yang tidak semestinya, yaitu sebagaimana diatur oleh perundang-undangan dibidang Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar Perseroan dan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.

Lalu, mereka juga membeberkan bahwa keputusan-keputusan Perseroan banyak yang dimonopoli dan diputuskan secara sepihak oleh pejabat Direktur Utama. Di antaranya kebijakan terkait HRD, keuangan, sponsor dan lain-lain tanpa melalui mekanisme rapat direksi sebagaimana mestinya.

Selain itu, bahwa praktek monopoli dan pengambilan keputusan secara sepihak tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan internal Perseroan dan dikhawatirkan dapat menimbulkan demoralisasi di kalangan karyawan dan berpotensi menimbulkan permasalahan-permasalahan hukum yang dapat merugikan perseroan di kemudian hari.

Terakhir, mereka sebagai anggota Dewan Direksi Perseroan dengan ini menyangkal keterlibatan dan tanggungjawab atas keputusan-keputusan yang dibuat secara sepihak oleh pejabat Direktur Utama karena keputusan-keputusan tersebut dibuat tanpa persetujuan kami dan tanpa melalui proses rapat direksi sebagaimana mestinya.(Muhammad Ginanjar)