Bandara Kertajati Tetap Beroperasi Selama PSBB Jabar

Bandara Kertajati Tetap Beroperasi Selama PSBB Jabar
Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi. (riantonurdiansyah)

INILAH, Bandung - Bandara Kertajati Majalengka dipastikan tetap membuka layanan kepada maskapai penerbangan yang hendak beroperasi selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi, Kamis (7/5/2020).

Selain itu, pihaknya juga tetap menyiagakan bandara pasca-terbitnya Surat Edaran (SE) No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 juga Surat Edaran Ditjen Perhubungan Udara A No. 31 Tahun 2020 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Bandara Internasional Kertajati tidak pernah tutup, sampai saat ini bandara tetap beroperasi,” ujar Rafi.

Menurut Rafi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meminta direksi PT BIJB agar tetap memberikan pelayanan di massa pandemi Covid-19. Hal tersebut, dikatakan melalui Kepala Biro BUMD Setda Jabar.

“Selama PSBB Pelayanan masyarakat tetap harus berjalan, termasuk pelayanan kepada pengguna jasa bandara baik penumpang maupun kargo,” tuturnya.

Pihaknya mengaku kebijakan bekerja di rumah, diam di rumah dan PSBB di sejumlah daerah membuat penumpang angkutan udara terus menurun bahkan tidak ada. Terakhir maskapai beroperasi di Bandara Kertajati sebelum 24 April di mana larangan mudik diputuskan pemerintah.

Menurutnya, Bandara Kertajati sebagai penyedia prasarana dari maskapai penerbangan pada prinsipnya selalu siap melayani operasional angkutan udara, begitu juga maskapai siap melayani. Ini dapat dilihat dari jadwal penerbangan bandara internasional Kertajati di https://bijb.co.id/.

“Namun maskapai juga bergantung pada penumpang yang akan menggunakan. Sampai saat ini sepertinya belum banyak penumpang yang akan menggunakan angkutan udara karena masih diberlakukan PSBB di setiap daerah,” pungkasnya. (riantonurdiansyah)