Di Garut, Warga Dirikan Pos Covid-19 Swadaya Jauh Sebelum PSBB

Di Garut, Warga Dirikan Pos Covid-19 Swadaya Jauh Sebelum PSBB
Ilustrasi (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Kendati pada hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut walau masih ada warga tak mengetahui persis teknis PSBB, namun warga di sejumlah tempat sudah melakukan pengetatan pintu masuk arah permukiman jauh sebelum pelaksanaan PSBB.

Secara swadaya, posko didirikan di gerbang pintu masuk perkampungan maupun perumahan dengan dipasangi portal serta dijaga sejumlah warga merangkap petugas untuk memeriksa orang keluar-masuk daerah mereka.

Setiap orang hendak masuk maupun keluar terlebih dahulu didata dan diperiksa dengan thermo gun. Di sana, juga disediakan tempat mencuci tangan lengkap dengan detergen, atau juga cairan pembasuh tangan (hand sanitizer).

Hal itu seperti terlihat di pintu masuk Perumahan Margamulya, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul; Perum Oma Indah, Kecamatan Karangpawitan; dan jalan menuju Panawuan Sukajaya, Tarogong Kidul. Begitu pun beberapa desa membangun posko pemantauan di perbatasan desanya. Seperti, di jalan masuk menuju Kampung Ciputat Limbangan Timur, Kecamatan Balubur Limbangan.

Di depan pintu masuk lingkungan Perumahan Margamulya Pataruman bahkan sejak awal April lalu dipasang baliho berukuran cukup besar yang mengingatkan warga setempat agar menahan diri tidak menerima tamu dari luar Garut terutama dari daerah pandemi seperti Jabodetabek dan lainnya.

Kalaupun ada tamu maka keluarga, saudara, atau tetangga diwajibkan melapor ke pengurus RT dan RW. Tamu pun diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sejak kedatangannya.

"Makanya, sejak lama, warga di sini juga mengingatkan saudara atau kerabat yang di luar Garut soal kebijakan ini agar tidak menyusahkan. Mau enggak mau, kita terima ini buat kebaikan semua pihak," kata Nurtanti (36) salah seorang warga, Kamis (7/5/2020). (zainulmukhtar)