Dapat Panggilan Kedua, Begini Reaksi Said Didu

Dapat Panggilan Kedua, Begini Reaksi Said Didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.

INILAH, Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu mengaku sudah menerima surat panggilan kedua dari Bareskrim Polri, guna diperiksa sebagai saksi terkait dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Panggilan kedua ini dilayangkan karena Said tak hadir pada pemeriksaan pertama, Senin (4/5/2020).

"Hari ini saya menerima panggilan kedua dari polisi untuk menghadiri pemeriksaan tgl 11 Mei 2020," tulis akun Twitter @msaid_didu, dikutip Jumat (8/5/2020).

Said Didu menekankan, bakal mengikuti aturan hukum terkait proses pemanggilan tersebut.


"Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai warga negara yg taat hukum, saya menyatakan bahwa saya patuh mengikuti aturan hukum," tulis dia.

Said Didu akan dimintai keterangan oleh Bareskrim terkait video wawancaranya dengan Hersubeno Arief yang berdurasi 22 menit, beberapa waktu lalu. Video itu dinilai memuat ujaran kebencian terhadap Luhut.

Kasus ini merupakan buntut dari tayangan video yang diunggah ke Youtube yang berjudul "Luhut: Uang, Uang, dan Uang".

Dalam video itu Said Didu menuding Luhut yang hanya mementingkan keuntungan pribadi ketimbang urusan mengatasi pandemi virus corona (COVID-19).

Luhut kemudian mensomasi Said Didu untuk memberikan pernyataan maaf dalam batas waktu 2x24 jam. Terkait somasi itu, Said Didu melayangkan surat klarifikasi kepada mantan komandan perwira tertinggi militer ini 7 April 2020. Namun pihak Luhut menilai surat tersebut tidak memuat apa yang diharapkan. Luhut melalui tim kuasa hukumnya melaporkan Said Didu ke Mabes Polri.

 

 

Muhammad Said Didu@msaid_didu

Hari ini saya menerima panggilan kedua dari polisi untuk menghadiri pemeriksaan tgl 11 Mei 2020.
Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, sebagai warga negara yg taat hukum, saya menyatakan bahwa saya patuh mengikuti aturan hukum.

13,2 rb

19.12 - 7 Mei 2020

Info dan privasi Iklan Twitter

4.761 orang memperbincangkan tentang ini

Inilahcom