PSBB Jabar, 24 Industri Besar Cianjur Tetap Beroperasi

PSBB Jabar, 24 Industri Besar Cianjur Tetap Beroperasi
net

INILAH, Cianjur - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur mencatat 24 perusahaan dengan kelas industri besar tetap beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Jabar berlangsung.

Kepala Disnakertrans Cianjur Heri Supardjo mengatakan, ke-24 perusahaan tersebut sebelumnya mengajukan izin operasional khusus agar tetap beroperasi meskipun PSBB diterapkan. Hal itu dilakukan agar sekitar 20 ribu buruh tetap beraktivitas setiap hari di wilayah Sukaluyu, Karangtengah, dan Haurwangi.

"Sebagian besar jumlah karyawan di atas 1.000 orang, paling banyak PT Pou Yuen dengan jumlah karyawan 12 ribu orang. Sedangkan, seratusan perusahaan lainnya mematuhi larangan dengan merumahkan karyawannya ada yang dengan jaminan ada pula yang tidak," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu data pasti karyawan yang masih bekerja dan karyawan yang dirumahkan dengan jaminan atau tanpa jaminan karena sebagian besar pihak managemen belum melaporkan secara rinci dengan bebagai alasan. Namun pihaknya akan meminta pihak manajemen segera melengkapi laporan.

Bagi perusahaan yang masih beroperasi, kata dia, wajib melalukan physical distancing dengan mengatur jarak antarkaryawan serta melengkapi alat pelindung diri selama berada di dalam dan luar pabrik, termasuk menyediakan tempat pencuci tangan dan penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh masing-masing karyawan.

"Mereka tetap harus mematuhi dan menerapkan prosedur penanganan COVID-19 pada karyawan yang tetap bekerja, termasuk memberikan pelayanan kesehatan bagi karyawan," katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengingatkan pihak perusahaan yang mendapat izin operasional khusus tetap menerapkan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan jarak aman antar karyawan saat berada di lingkungan pabrik dan menggunakan APD seperti masker dan sarung tangan serta pemeriksaan suhu tubuh dilakukan setiap hari.

"Kalau ada yang tidak mematuhi larangan dan menerapkan anjuran wajib dilakukan, akan mendapat sanksi tegas sesuai yang diterapkan Pemprov Jabar karena ini PSBB se-Jawa Barat, maka sanksinya sama dengan Jabar," katanya. (Antara)