Triyaninsih, Hebat di Lintasan, Jago Juga Urusan Dapur

Triyaninsih, Hebat di Lintasan, Jago Juga Urusan Dapur
(Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Pelari jarak jauh putri Indonesia Triyaningsih ternyata memang oke banget. Selain jago di lintasan lari ternyata juga piawai dalam urusan dapur. Hal itu dibuktikan dengan memasak sendiri menu buka puasa Ramadhannya.

Mbak Tri -sapaan akrabnya- bahkan tidak segan membagi komposisi menu buka puasanya melalui akun media sosial. Dipantau di Jakarta, Sabtu, banyak teman, relasinya yang memuji akan kepiawiannya memasak meski mengaku masih belajar.

"Menu puasa hari ini. Ayam yakiniku extra paprika, tumis sawi putih + tahu, jagung rebus, nasi merah, jus tomat. Simpel aja. Latihan masak mah gak usah yang ribet," tulis Triyaningsih.

Komposisi menu berbuka yang dibagikan ini memang banyak mendapatkan komentar seperti akun @anggiemerdianti "Bangga bgt deh... udah jago olahraga.... pinter masak pula"

Triyanigsih tidak lupa menbalasanya, @anggiemerdianti aaa makasieh Kak Anggie....
 

Triyaningsih hingga saat ini masih menjadi andalan Indonesia untuk lari jarak jauh. Pelari kelahiran Semarang, 15 Mei 1987 ini mulai menjadi tulang punggung timnas pada SEA Games 2003 di Vietnam. Hanya saja pada laga debutnya itu belum mendapatkan hasil terbaik mengingat hanya mampu berada di posisi empat pada nomor 5.000 meter. Namun, prestasinya berhasil memecahkan rekor nasional junior dengan waktu 16 menit 21 detik.

Pada SEA Games 2005, Triyaningsih tidak turun. Namun dua tahun berselang kembali memperkuat tim SEA Games untuk nomor 5.000 meter dan 10.000 meter. Di sini, ia memecahkan rekor nomor 5.000 meter dengan waktu 15 menit 54,32 detik. Pada SEA Games 2009 Triyaningsih turun lagi di nomor 5.000 meter dan 10.000 meter.

Triyaningsih adalah atlet yang berlari paling jauh dalam cabang atletik SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. Ia ikut tiga nomor lari, yaitu 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton (42,195 kilometer dan semuanya meraih hasil terbaik.

Emas 10 ribu meter terus didapat oleh Triyaningsih pada multievent dua tahunan itu secara berurutan mulai dari SEA Games 2013 Naypyitaw Myanmar, SEA Games 2015 Singapura dan SEA Games 2017 Malaysia. Pada SEA Games 2019 Triyaningsih gagal menyumbangkan emas. (Antara)