Sip, Universitas Widyatama Ranking Keenam Perguruan Tinggi Jabar

Sip, Universitas Widyatama Ranking Keenam Perguruan Tinggi Jabar
Rektor Univeristas Widyatama Prof. H. Obsatar Sinaga. (Okky Adiana)

INILAH, Bandung - Universitas Widyatama berhasil menduduki ranking 10 besar (rangking ke-6) perguruan tinggi ternama di Jawa Barat dan Banten, di bidang publikasi jurnal internasional akademik terindeks Scopus.

Scopus sendiri merupakan pangkalan data pustaka artikel jurnal akademik milik Elsevier yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.

Hal itu tidak terlepas dari kebijakan Rektor Univeristas Widyatama Prof. H. Obsatar Sinaga, yang memberlakukan setiap penelitian para dosennya dipublikasikan di jurnal internasional. Termasuk ke depan untuk mahasiswanya yang akan lulus kuliah.

“Setelah melakukan penelitian biasanya membuat laporan penelitian yang diserahkan ke perpustakaan, masuk ke repositori (tempat penyimpanan). Sekarang semua itu saya ubah, hasil penelitian harus masuk ke jurnal. Berakhir di jurnal. Dihitung key performant indicator (KPI) mereka dari jurnalnya. Oleh sebab itu kita bisa mengejar rengking,” kata Prof. H. Obi, sapaan akrabnya, Sabtu (9/5/2020).

Prof. Obi mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut pun merupakan capaian prestasi dari seluruh civitas akademika Universitas Widyatama yang didukung penuh oleh pihak Yayasan Widyatama.

“Ini anugerah, kami bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan YME, bahwa Universitas Widyatama bisa menduduki peringkat ke-6. Pihak Yayasan Widyatama ingin improve (memperbaiki) penelitian dan karya-karya ilmiah berskala internasional,” kata Prof. H. Obi.

Tiap tahun pihaknya menargetkan 500 jurnal internasional dosen Widyatama bisa dipublikasikan. Namun diperkirakan jumlahnya bisa saja lebih dari itu.

Karena menurut Prof. H. Obi, banyak universitas/perguruan tinggi yang telah melakukan kerjasama dalam penulisan dan publikasi jurnal internasional dengan Widyatama. Di mana setiap jurnal mereka yang terbit, harus berkolaborasi dengan dosen Widyatama. Sehingga secara otomatis berpengaruh terhadap perankingan itu. (Okky Adiana).