Tips Puasa Ala Pocari Sweat Di Tengah Pandemi Covid-19

Tips Puasa Ala Pocari Sweat  Di Tengah Pandemi Covid-19
Foto : Ilustrasi

INILAH, Bandung - Berbeda dengan tahun sebelumnya, bulan ramadhan kali ini seluruh umat muslim baik di Indonesia maupun di dunia menjalani ibadah puasa ramadhan dengan suasana yang berbeda.

Meski ditengah pandemi Covid-19, umat muslim tetap semangat dalam menjalani aktivitas ibadahnya. Kendati demikian, menjaga daya tahan tubuh menjadi hal yang sangat sangat penting, agar tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar.

Sebagai brand terkemuka minuman isotonik di tanah air, Pocari Sweat senantiasa mendukung penuh aktivitas masyarakat yang aktif dalam menjalankan rutinitas hariannya dengan memberikan tips dan edukasi terutama saat menjalankan puasa ditengah pandemi Covid-19.

" Ramadhan saat ini kita jalani dengan #dirumahaja, karena situasi pandemi covid-19 yang masih melanda. Jaga daya tahan tubuh menjadi hal yang penting untuk kita saat ini," ungkap Mahendra Ramadhona, Brand Communication Pocari Sweat kepada INILAH, Minggu (10/5/2020).

Dhona sapaan akrabnya, memberikan edukasi terkait manfaat puasa dibulan suci ramadhan. Puasa, kata dia, memiliki dampak positif terhadap daya tahan tubuh. Penelitian membuktikan bahwa berpuasa 30 hari berturut-turut dengan periode waktu ≥14 jam dapat mengurangi peradangan, mengoptimalkan fungsi daya tahan tubuh, dan meningkatkan respon daya tahan tubuh terhadap adanya infeksi dalam tubuh.

"Saat Ramadhan, kita hanya mengonsumsi 2 kali makanan besar, yaitu pada saat berbuka dan pada saat sahur. Saat sahur kita cenderung memilih makanan berdasarkan “asal kenyang” karena waktu persiapan makan yang terbatas, memilih memasak yang praktis atau membeli karena banyak yang menjual makanan. Saat berbuka biasanya kita juga kalap, karena rasa lapar dan haus selama seharian, pemilihan makananpun terkadang hanya mengikuti nafsu tanpa mempertimbangkan asupan gizi yang baik," papar Dhona.

Dhona menjelaskan, pola makan yang tidak tepat selama Ramadhan terutama konsumsi cairan yang kurang dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Berdasarkan jurnal Gizi dan Pangan IPB tahun 2018, konsumsi cairan selama bulan Ramadhan ditemukan lebih sedikit dibandingkan sebelum atau setelah bulan Ramadhan. 

"Hal ini dialami dikarenakan adanya kebiasaan minum yang kurang tepat. Pada penelitian ini ditemukan bahwa 100% responden mengalami dehidrasi mulai dari jam 12.00-13.00 siang. Padahal masih ada ± 5 jam lagi untuk tetap berpuasa," jelasnya.

Berikut beberapa rekomendasi yang dianjurkan oleh WHO untuk bulan Ramadhan :

1. Perbanyak konsumsi cairan (makanan dan minuman)

Konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung air akan meningkatkan konsumsi cairan dan vitamin. Contoh buah dan sayur yang mengandungbanyak air adalah semangka, timun, dan tomat. Konsumsi air dalam jumlah yang cukup dan tepat, maksimalkan intake cairan mulai berbuka hingga sahur nanti (±10 gelas).

2. Hindari minuman yang mengandung kafein

Minuman yang mengandung kafein cenderung membuat orang untuk lebih sering membuang air kecil, sehingga membuat risiko dehidrasi meningkat. Contoh minuman berkafein adalah teh, kopi, dan juga cola.

3. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, tinggi lemak, dan tinggi garam untuk tetap menjaga kesehatan.

4. Makan secara perlahan untuk menghindari ketidaknyamanan perut.

Pastikan cukup cairan & ion pada waktu sahur dan berbuka puasa
Asupan cairan dan ion penting untuk jaga kondisi selama berpuasa. Air dan ion membantu menjaga cairan tubuh, dengan menyimpan cairan lebih lama dan cepat mengembalikan cairan tubuh yang hilang selama berpuasa. Selain itu beberapa ion seperti  Natrium, Magnesium dan Klorida dibutuhkan untuk menjaga system daya tahan tubuh berfungsi optimal. (agus sn).