Bhinneka Investigasi Kabar Bobolnya Data Pengguna

Bhinneka Investigasi Kabar Bobolnya Data Pengguna
istimewa

INILAH, Jakarta - Terkait kabar dibobolnya 1,2 juta data pengguna, pihak Bhinneka mengaku bahwa saat ini mereka tengah menyelidiki kebenaran berita itu.

Group Head Brand Communication & PR Bhinneka Astrid Warsito menyebut pihaknya kini sedang melakukan investigasi di sistem internal mereka sehubungan dengan dugaan pembobolan data pengguna tersebut.

"Faktor keamanan dan kenyamanan pelanggan saat berbelanja di Bhinneka.com selalu menjadi prioritas kami. Bhinneka juga telah menerapkan standar keamanan global Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) dari TUV Rheinland untuk melindungi pelanggan," ujar dia.

Astrid pun mengimbau pelanggan untuk segera melakukan penggantian password sebagai langkah pencegahan. Dia juga mengingatkan untuk tidak menggunakan kata sandi atau password yang sama untuk berbagai layanan dan menggunakan email yang berbeda untuk aktivitas transaksi online.

"Kami juga meminta pelanggan untuk menggunakan password yang kuat, minimum delapan karakter, dengan kombinasi huruf besar dan kecil, kombinasi angka, jangan menggunakan identitas atau informasi terkait dengan data diri dan kombinasi simbol," ucap Astrid.

Dia pun menegaskan bahwa password pelanggan di database Bhinneka selalu dienkripsi, dan tidak menyimpan data kartu kredit ataupun debit.

"Semua data pembayaran langsung terkoneksi dengan payment gateway. Selain itu, tidak ada uang elektronik atau digital goods lainnya yang datanya tersimpan di sistem Bhinneka. Dan yang pasti, password pengguna semua terenkripsi dan kami tidak menyimpan data perbankan," ujar Astrid.

"Dengan melakukan langkah pencegahan di atas, Anda turut membantu kami untuk menjaga keamanan akun Anda," dia menambahkan.

Sebelumnya diberitakan bahwa kelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim telah membobol 10 perusahaan, salah satunya Bhinneka, dan saat ini menjual basis data pengguna perusahaan tersebut di pasar web gelap atau dark web.

Dikutip dari ZDNet, para peretas adalah kelompok yang sama yang juga telah meretas Tokopedia pekan lalu. (inilah.com)