Tahapan-tahapan Pembersihan Diri

Tahapan-tahapan Pembersihan Diri
ilustrasi

KARENA hanya orang yang bersih dari noda dan dosa yang bisa masuk ke dalam surga, maka setiap manusia yang memiliki kesalahan dan dosa harus membersihkan diri dulu sebelum masuk ke surga. Surga adalah tempat bersih dan suci, tak mungkin masuk ke dalamnya sesuatu yang berlawanan sifat. Surga adalah tempat agung dan sempurna, maka tak mungkin masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang bersih sempurna.

Lalu bagaimanakah nasib kita yang berlumuran dosa ini? Janganlah pessimis dulu. Allah adalah Tuan Yang Mahabaik. Allah memberi kesempatan bagi hambaNya membersihkan diri selama hidup di dunia ini. Jika pembersihan di dunia belum sempurna saking banyaknya dosa, Allah berikan kesempatan pembersihan saat ada di alam barzah. Jika pembersihan di alam barzah itu belum juga mampu membersihkan dosa-dosanya, Allah masih memberikan waktu untuk pembersihan saat di alam akhirat. Jika masih saja tak bersih-bersih, masuklah manusia ke dalam neraka.

Tahukah kita tentang neraka? Ngeri sekali jika kita membaca dalil-dalil tentangnya. Kali ini cukup renungkan satu hadits shahih tentang kedalaman neraka itu. Dalam hadits riwayat Imam Muslim dinyatakan: "Kami pernah bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba-tiba beliau mendengar seperti suara benda jatuh ke dasar. Nabi shallallahu alaihi wasallam bertanya, Tahukah kalian suara apa itu? Kami menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Beliau bersabda, Ini adalah batu yang dilemparkan ke neraka sejak 70 tahun yang lalu dan sekarang baru mencapai dasarnya" (HR. Muslim no. 2844).

Kedalamannya saja membutuhkan waktu 70 tahun jatuhnya benda ke dasar neraka. Belum bicara tentang panasnya yang dalam hadits dinyatakan bahwa panasnya api di dunia ini adalah satu bagian dari 70 bagian panasnya api neraka. Semoga kita semua dilindungi dan diselamatkan Allah.

Kembali ke topik di atas, tentang pembersihan diri. Ternyata ada 11 stasiun pembersihan diri sebelum manusia berdosa itu masuk ke dalam surga. Inilah yang menjadi tema pengajian malam ini di Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya, pondok yang kita cintai bersama. Salam, AIM. [KH ahmad Imam Mawardi]