Kasus Said Didu, Fadli : Inilah ujian demokrasi

Kasus Said Didu, Fadli : Inilah ujian demokrasi

INILAH, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menilai kasus yng sedang menimpa Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu adalah sebuah babak baru dalam perjalanan demokrasi.

Apakah demokrasi makin maju atau makin hancur. Apakah hukum mengabdi pada penguasa atau mampu mendudukkan kembali konstitusi.

"Inilah ujian demokrasi kita," cuit akun Twitter @fadlizon, dikutip Senin (11/5/2020).

Sebelumnya, Said Didu mengaku sudah menerima surat panggilan kedua dari Bareskrim Polri, guna diperiksa sebagai saksi pada 11 Mei 2020. Hal ini terkait dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Panggilan kedua ini dilayangkan karena Said tak hadir pada pemeriksaan pertama, Senin 4 Mei 2020. Said Didu menekankan, bakal mengikuti aturan hukum terkait proses pemanggilan tersebut.

Said Didu akan dimintai keterangan oleh Bareskrim terkait video wawancaranya dengan Hersubeno Arief yang berdurasi 22 menit, beberapa waktu lalu. Video itu dinilai memuat ujaran kebencian terhadap Luhut.

Kasus ini merupakan buntut dari tayangan video yang diunggah ke Youtube yang berjudul "Luhut: Uang, Uang, dan Uang".

Dalam video itu Said Didu menuding Luhut yang hanya mementingkan keuntungan pribadi ketimbang urusan mengatasi pandemi virus corona (COVID-19).

Luhut kemudian mensomasi Said Didu untuk memberikan pernyataan maaf dalam batas waktu 2x24 jam. Terkait somasi itu, Said Didu melayangkan surat klarifikasi kepada mantan komandan perwira tertinggi militer ini 7 April 2020. Namun pihak Luhut menilai surat tersebut tidak memuat apa yang diharapkan. Luhut melalui tim kuasa hukumnya melaporkan Said Didu ke Mabes Polri.(inilah.com)