Polresta Bandung Ciduk Penjual Daging Celeng 

Polresta Bandung Ciduk Penjual Daging Celeng 
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Satreskrim Polresta Bandung menciduk dua orang pelaku penjual daging celeng. Selama setahun teakhir, pelaku menjual di wilayah Kecamatan Baleendah dan Majalaya. 

Daging celeng yang berasal dari Solo itu diolah dengan borak agar mirip daging sapi, kemudian dijual dengan banderol di bawah harga daging sapi.

Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan mengatakan, pihaknya sebagai bagian dari Satgas pangan Kabupaten Bandung mendapatkan informasi adanya penjualan daging celeng oleh kedua pelaku Y dan M. Dua orang itu merupakan warga Solo Jawa Tengah yang mengontrak rumah di Banjaran. 

"Mereka ini warga Solo dan sudah melakukan perbuatan ini sekitar satu tahun. Dengan jumlah daging yang telah dijual selama setahun sekitar 63 ton dan setiap minggunya rata rata sekitar 600 kg. Daging celeng ini dikirim seseorang dari Solo dengan menggunakan mobil pick up," kata Hendra di Mapolresta Bandung, Senin (11/5/2020).

Dia menuturkan, bersama kedua orang pelaku itu pihaknya juga menyita sekitar 600 kg daging celeng yang disimpan dalam lemarin pendingin. Plus, sebuah mobil minibus, kaitan daging, serbuk borak, dan beberapa barang bukti lainnya. Selain mengamankan pelaku, polisi juga masih melakukan pengembangan kasus tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan terdapat pelaku lainnya.

"Kepada masyarakat juga kami imbau agar berhati hati saat membeli daging. Memang daging celeng ini teksturnya lebih pucat dari daging sapi, tapi setelah diolah dengan dicampur borak warnanya lebih merah menyerupai daging sapi," ujarnya.

Hendra melanjutkan, karena perbuatannya ini para tersangka ditangkap dan diamankan dan terancam hukuman lima tahun penjara, karena melanggar UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. (Dani R Nugraha)