Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penolakan Jenazah Covid-19 Solokanjeruk

Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penolakan Jenazah Covid-19 Solokanjeruk
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Polisi menetapkan 4 orang tersangka pada kasus penolakan jenajah pasien virus corona (covid-19) di Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. 

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, keempat tersangka yakni BN, DK, AC, dan IR, diamankan karena berdasarkan hasil penyidikan dan dilihat dari video viral di media sosial, mereka melakukan tindakan provokatif dengan menolak jenazah untuk dimakamkan di daerah tersebut.

"Kami tidak melakukan penahanan terhadap para tersangka, karena mereka bersikap kooperatif saat pemeriksaan. Selain itu, saat ini pun dalam situasi Covid-19," kata Hendra di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabuapten Bandung, Senin (11/5/2020).

Meskipun tak dilakukan penahanan, Hendra memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini. 

"Sekarang ini situininya sedang pandemi Covid-19,  kita juga sulit untuk mengirimkan tersangka, ini jadi kendala," ujarnya.

Hendra menuturkan, para tersangka memerankan peran masing-masing pada saat melakukan penolakan terhadap jenazah pasien Covid-19 itu. Ada tersangka yang bertugas memasang pagar, teriak-teriak dan menghalau serta mendorong petugas medis yang hendak memakamkan jenazah di daerah tersebut. 

"Mereka menolak pemakaman jenazah karena merasa khawatir dan takut virus corona ini akan menular," katanya.

Karena perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 212 dan 214 KUHP pidana junto Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. 

Hendra mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penolakan pemakaman jenazah pasien Covid-19, karena tindakan tersebut terancam pidana. 

"Jangan lagi ada penolakan terhadap jenazah pasien covid-19. Masyarakat enggak perlu takut karena pemulasaran jenazah Covid-19 dipastikan sudah sesuai prosedur dan aman tidak akan menular," ujarnya. (rd dani r nugraha).