Banjir Terjang Margamulya Cikajang, 9 Rumah dan Masjid Terendam

Banjir Terjang Margamulya Cikajang, 9 Rumah dan Masjid Terendam
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Banjir menerjang Desa Margamulya Kecamatan Cikajang menyusul hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Senin (11/5/2020).

Tak ada korban. Namun sedikitnya sembilan rumah warga di Kampung Parohan dan Kampung Ranjeng terendam, dan sebuah masjid serta asrama pondok pesantren Parohan terendam. Dua unit kamar madrasah juga jebol pada bagian dinding depan dan belakang, serta sebuah bangunan drainase sungai di Kampung Badak roboh.

Ketinggian air yang banjir yang melanda kedua kampung itu mencapai sekitar satu setengah meter.

Kepala Bidang  Kesiapsiagaan dan Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut BPBD Kabupaten Garut Tubagus Agus Sopyan mengatakan, banjir terjadi akibat meluapnya sungai Cibarengkok yang tak mampu menampung debit air menyusul hujan deras sore itu.

"Kami masih melakukan pendataan, dan penghitungan akibat kejadian ini," kata TB Agus Sopyan.

Menurut warga RW 01 Desa Margamulya Kurnia, banjir yang melanda daerahnya bukan kali pertama terjadi melainkan hampir setiap hujan deras mengguyur. Dia menduga hal itu akibat luapan sungai Cibarengkok, dan tersumbatnya gorong-gorong di jalur jalan provinsi yang dinilai sempit. Juga akibat rusaknya kawasan serapan air di kawasan hutan bagian atas permukiman.

"Belum lama ini sebenarnya sudah pernah dilakukan normalisasi gorong-gorong itu, namun tidak menyeluruh. Jadi masih ada sebagiannya yang tersumbat. Makanya kami berharap ada perbaikan gorong-gorong menyeluruh, serta dilakukan penghijauan di kawasan hutan," kata Kurnia yang juga Ketua KSM GMBI Cikajang.(zainulmukhtar)