Inilah Mekanisme PPDB di Kota Bandung Selama Pandemi Covid-19

Inilah Mekanisme PPDB di Kota Bandung Selama Pandemi Covid-19
net

INILAH, Bandung - Kendati Covid-19 masih mewabah, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bandung sudah di depan mata. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengubah mekanisme PPDB tahun ini agar tetap sejalan dengan protokol kesehatan.

Sekretaris Disdik Kota Bandung Cucu Saputra menjelaskan, ada perbedaan signifikan dalam mekanisme pendaftaran. Pada tahun lalu, orang tua siswa calon peserta PPDB perlu datang ke sekolah tujuan untuk membawa berkas pendaftaran. Namun, pada tahun ini pendaftaran dilakukan di sekolah asal.

“Tahun lalu, daftarnya ke sekolah tujuan. Sekarang pendaftaran dilakukan di sekolah asal. Itu untuk menghindari agar orang tua tidak berbondong-bondong datang ke sekolah sehingga menimbulkan kerumunan,” kata Cucu, Selasa (12/5/2020).

Harapannya, protokol kesehatan di masa Covid-19 ini tetap berjalan. Intinya, kini pendaftaran dilakukan secara daring oleh orang tua melalui bantuan wali kelas.

“Caranya, orang tua akan berhubungan dengan wali kelas. Kenapa bisa? Karena selama pandemi Covid-19 ini sudah ada pembelajaran jarak jauh, sudah terbangun pola komunikasi wali kelas dengan orang tua, ada yang melalui WA grup, dan sebagainya,” ucapnya.

Dengan pola ini, wali kelas harus memberikan pemahaman yang komprehensif kepada orang tua siswa tentang mekanisme baru PPDB 2020. Wali kelas pula yang membantu mendata dan mendaftarkan para siswa kepada operator sekolah.

Cucu menyebutkan, secara umum PPDB 2020 akan terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap pendataan dan tahap pendaftaran. Tahap pendataan dilakukan pada 11 Mei–13 Juni 2020.

“Jadi nanti persyaratan PPDB itu dikirimkan oleh orang tua dalam bentuk data digital, baik KTP, kartu keluarga, dan sebagainya. Difoto atau di-scan, kemudian dikirimkan ke wali kelas. Wali kelas yang nanti akan mengolah, lalu disampaikan ke operator sekolah,” ujar dia.

Setelah operator mengunggah data siswa, sistem akan memunculkan username setiap siswa. Username tersebut akan diberikan kepada orang tua siswa melalui wali kelas. Dengan username tersebut, orang tua harus mengecek data pendaftaran yang sudah diunggah. Jika data tersebut sudah betul, lalu orang tua melakukan verifikasi.

“Nanti orang tua memverifikasi sendiri. Apakah namanya sudah benar, alamatnya benar, sekolah tujuannya, pilihan jalurnya, dan sebagainya. Kalau ada data yang salah, orang tua bisa mengonfirmasi ke wali kelas untuk dibetulkan datanya ke operator,” jelasnya.

Orang tua tidak dapat mengubah sendiri data siswa. Hanya operator yang bisa mengakses sistem data, sedangkan wali kelas adalah perantara antara orang tua siswa dengan operator. Dengan begitu, komunikasi dan koordinasi bisa berjalan dengan teratur.

Pola ini berlaku untuk PPDB SD dan SMP. Khusus bagi orang tua calon siswa SD yang tidak mengikuti jenjangn TK bisa mendaftarkan diri langsung ke sekolah tujuan. Sedangkan, untuk PPDB SMA diatur Disdik Jabar.  

"Bagi yang tidak TK, jangan khawatir. Nanti bisa langsung ke SD tujuan, di sana akan ada helpdesk yang akan memandu," ucap dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap cara tersebut bisa memudahkan orang tua siswa untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah di jenjang yang lebih tinggi pada masa wabah Covid-19 ini. Cara ini bisa menjaga agar warga tidak berkerumun dan melanggar protokol kesehatan.

“Tentunya orang tua harus betul-betul bisa memahami aturan ini, berkoordinasi dengan baik kepada pihak sekolah melalui wali kelas. Pahami tata caranya, persyaratannya, jalur-jalurnya, dan jadwalnya juga,” kata Yana. (Yogo Triastopo)