Polres Cimahi Ciduk Bandar Ganja Berusia 14 Tahun

Polres Cimahi Ciduk Bandar Ganja Berusia 14 Tahun
net

INILAH, Cimahi - MD, bocah 14 tahun yang duduk di bangku SMP kelas 2 terpaksa harus berurusan dengan kepolisian. Dia ditangkap lantaran jadi bandar ganja online dengan sistem pengiriman via ekspedisi.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal saat Sat Res Narkoba mencurigai adanya pengiriman ganja via jasa ekpedisi. Kemudian dilakukan patroli cyber dan ditemukan rekaman CCTV yang berada di kantor JNT, yang menunjukan orang yang sama selalu mengirimkan barang serupa.

"Kita komunikasi dengan JNT dan dicek ternyata tim menemukan ada pengiriman barang berupa ganja melalui paket penitipan JNT," ungkap Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Selasa (12/5/2020).

Setelah diyakini barang kiriman tersebut berupa ganja, pada Senin (11/5/2020) sekitar pukul 09.30 WIB, polisi mengamankan seorang pemuda berinisial WL (19) yang diduga sebagai kurir pengiriman ganja.

Dari tangan kurir tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa enam paket ganja yang rencananya akan dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia. Selain melakukan pengiriman, WL juga seringkali melakukan pengambilan kiriman paket dari Sumatera Barat.

Berdasarkan keterangan tersangka yang kemudian dilakukan pengembangan kasus peredaran barang haram secara online tersebut, polisi berhasil mengungkap otak pelakunya.

Mirisnya, pelaku yang berinisial MD, berusia 14 tahun masih berstatus pelajar. MD diketahui sebagai bandar dari ganja yang dikirimkan WL melalui jasa ekspedisi.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata MD mendapatkan barang tersebut dari seorang narapidana di wilayah Sumatera Barat. Bahkan, di rumahnya pun ditemukan satu paket besar ganja sekitar satu kilogram.

"Semuanya akan dikembangkan. Kita lakukan pengecekan sesama teman sekolahnya, karena sangat dikhawatirkan anak SMP sudah jadi bandar ganja," ujarnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka akan diancam dengan pasal 114 dan Pasal 111 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. (Ahmad Sayuti)