Perempuan Asal Jonggol Positif Corona dan Berobat Alternatif, Petugas Kelimpungan

Perempuan Asal Jonggol Positif Corona dan Berobat Alternatif, Petugas Kelimpungan
Ilustrasi/Diskominfo Kab Bogor

INILAH, Bogor - Perempuan berusia 42 tahun warga Kecamatan Jonggol yang terkonfirmasi positif wabah virus corona (covid 19) mengelak berobat ke rumah sakit. Dia memilih berobat ke pengobatan alternatif di wilayah Kecamatan Sukamakmur.

Untungnya dengan upaya ekstra, tim Puskesmas Jonggol dan Puskesmas Sukamakmur berhasil menjemput pasien positif wabah virus corona tersebut dari tempat pengobatan alternatif.

"Hari ini ada pasien positif wabah virus corona yang mengelak berobat ke Rumah Sakit (RS) Permata Jonggol setelah keluar hasil test swabnya, pasien berjenis kelamin perempuan dan berusia 42 tahun tersebut diketahui lebih memilih berobat ke pengobatan alternatif di Kecamatan Sukamakmur,"  ucap Juru Bicara Tim Penangganan Covid 19 Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah Dwikorawati kepada wartawan, Selasa (12/5).

Dia menerangkan karena ketika dipanggil lagi oleh pihak RS Permata Jonggol si pasien positif wabah virus coronanya tidak dateng, pihak Puskesmas Jonggol pun mendatangi rumah keluarga perempuan berusia 42 tahun tersebut.

"Pihak Puskesmas Jonggol yang menemput pasien positif wabah virus corona juga gagal menjemput karena si pasien ga ada di rumahnya, lalu setelah melakukan pendekatan ke pihak saudaranya ada info perempuan berusia 42 tahun tersebut berobat ke tempat pengobatan alternatif di wilayah Kecamatan Sukamakmur hingga petugas Puskesmas Sukamakmur besok harinya dengan pakaian lengkap Alat Pelindung Diri (APD) berhasil menjemput si pasien," terangnya.

Ditemui terpisah, Kasie Survailance Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Adang Mulyana menuturkan bahwa sebelum terkonfirmasi positif wabah virus corona, perempuan yang sehari - hari berdagang di rumahnya itu sempat berobat ke Rumah Sakit Permata  Jonggol untuk mengobati penyakit bawaannya.

"Perempuan berusia 42 tahun warga Kecamatan Jonggol itu awalnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) karena memiliki riwayat penyakit lainnya dan ia saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi," tutur Adang. 

Ia menjelaskan pihak Dinas Kesehatan dibantu Puskesmas Jonggol dan Puskesmas Sukamakmur akan melakukan test swab baik kepada pihak keluarganya atau tabib pengobatan alternatifnya.

"Keluarga pasien positif wabah virus corona beserta tabib pengobatan alternatif maupun pasien lainnya yang saat itu sedang berobat akan melaksanakan test swab untuk memastikan penyebaran virus menular ini dan jika ada yang terkonfirnasi positif maka juga akan dirawat di RS atau RSUD Cileungsi," jelasnya.

Adang pun menghimbau agar pasien positif wabah virus corona lainnya membuka pengetahuannya lalu secara sadar dan sukarela mau dirawat di RS, karena lebih efektif dalam mengobati penyakit menular ini.

"Penyakit atau wabah virus corona ini kan bersifat menular  hingga harus diisolasi sedangkan di tempat pengobatan alternatif tidak ada ruangan isolasi hingga tidak memenuhi standar kesehatan, kami menghimbau agar  pasien positif wabah virus corona mau dirawat di RS," tukas Adang.

Data yang dihimpun Inilah, perempuan berusia 42 tahun warga Kecamatan Jonggol ini terdata di Tim Gugus Tugas Penangganan Vivid 19 Kabupaten Bogor pada Jumat , (8/5) lalu. Dia bersama 3 orang lainnya yaitu perempuan berusia 44 tahun asal Kecamatan Sukaraja, laki - laki berusia 55 tahun dan perempuan berusia 23 tahun asal Kecamatan Gunung Putri dikabarkan terkonfirmasi positif wabah virus corona. (Reza Zurifwan)