PSBB Tahap Ketiga di Kota Bogor Dimulai, Sanksi-sanksi Ini Mengintai Para Pelanggar

PSBB Tahap Ketiga di Kota Bogor Dimulai, Sanksi-sanksi Ini Mengintai Para Pelanggar
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengumumkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Bogor tahap ketiga bersamaan penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) yang mengatur tentang sanksi, di Balai Kota Bogor, Selasa (13/5/2020) malam WIB.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, perkembangan Covid-19 di Kota Bogor dua minggu terakhir menunjukkan hasil positif. Menurutnya, perkembangan kasus positif semakin minim dengan jumlah pasien sembuh yang terus meninggi.

"Namun demikian kita jangan lengah, kita harus tetap waspada. Pertama karena Bogor masih dekat dengan daerah yang menunjukkan pertumbuhan kasus cukup tinggi," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, pihaknya memantau pergerakan masyarakat memasuki Idul Fitri. Menurutnya hal tersebut yang membuat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kota Bogor sepakat menerapkan PSBB tahap ketiga.

"Dimulai 13 Mei 2020 pukul 00.00 WIB dan insya Allah akan berakhir pada tanggal 26 Mei 2020 nanti. PSBB tahap ketiga ini hanya akan berjalan efektif apabila pengawasan dilapangan diperketat. Kami mengakui bahwa dua minggu terakhir masih banyak pelanggaran dilapangan, karena itu saya ingin menyampaikan kepada warga Bogor semua bahwa Pemkot Bogor mengesahkan satu perwali yang mengatur tentang sanksi terhadap pelanggaran dimasa PSBB ini," tuturnya.

Bima memberi contoh soal sanksi. Misal, warga yang tak mengenakan masker bisa dijatuhi sanksi kerja sosial ataupun denda mulai dari Rp50.000 hingga Rp250.000. Kemudian kantor-kantor atau perusahaan yang tidak dikecualikan tetapi nekat beroperasi maka akan disegel ataupun didenda mulai Rp1 juta sampai Rp10 juta.

"Kemudian restoran atau rumah makan yang tidak ikut aturan artinya masih memungkinkan untuk makan ditempat, jika ketahui melanggar maka akan dihentikan untuk sementara ataupun disegel. Dendanya Rp5 juta sampai Rp1) juta," tambahnya.

Selain itu, Bima juga mengingatkan orang-orang yang masih berkerumun di tempat umum seperti pasar dan stasiun. Untuk pelanggaran jenis ini, kata dia, bisa diberi sanksi teguran tertulis hingga denda Rp50.000 hingga Rp250.000

"Bagi yang mengendarai kendaraan bermotor atau mobil roda empat juga akan dikenakan sanksi. Di dalam mobil tidak menggunakan masker atau mobil yang kapasitasnya melebihi aturan, juga dikenakan sanksi dari kerja sosial ataupun denda antara Rp500 ribu hinggaRp1 juta," bebernya.

Bima menegaskan, situasi memang tidak mudah, sangat sulit. Tetapi dia tak mau lebih banyak lagi warga yang terpapar virus corona. "Karena itu ikhtiar kita menyelematkan sebanyak mungkin nyawa manusia di Kota Bogor tercinta ini. Insya Allah dengan keimanan dan kebersamaan kita lalui masa pendemi Covid-19 ini," tegasnya. (Rizki Mauludi)