Berkebun di Rumah Sendiri Kegiatan Sehat di Tengah Pendemi

Berkebun di Rumah Sendiri Kegiatan Sehat di Tengah Pendemi
ilustrasi

INILAH, Bandung - Menjalani aktivitas di rumah selama masa pembatasan sosial akibat pandemi Coronavirus (COVID-19) sebaiknya diisi dengan kegiatan yang produktif. Memanfaatkan pekarangan rumah menjadi sesuatu hal yang bermanfaat merupakan kegiatan yang bisa dijalani oleh anggota keluarga.

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad) Dr. Muhammad Fatah Wiyatna, M.Si., menjelaskan, aktivitas bertani atau berkebun di rumah merupakan kegiatan sehat yang bisa dilakukan selama masa pandemi.

“Selain menyehatkan, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau bisa dapatkan tambahan pemasukan dari halaman yang kita kelola,” ujar Dr. Fatah, Rabu (13/5/2020).

Pemanfaatan pekarangan rumah yang baik sebaiknya dikelola melalui pendekatan terpadu dengan mengintegrasikan berbagai jenis tanaman ataupun ternak. Ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan secara terus menerus.

Dr. Fatah melanjutkan, pengelolaan pekarangan rumah harus berdasarkan kesepakatan seluruh anggota keluarga. Apabila pengelolaan halaman hanya untuk enak dipandang, maka bisa dikelola dengan cara menanam bunga-bungaan.

Namun, jika halaman tidak hanya enak dipandang dan ingin memberikan manfaat, Dr. Fatah merekomendasikan untuk menanam tanaman bunga sekaligus tanaman pangan.

Cara ini ternyata efektif. Pasalnya, tanaman bunga bisa mengusir hama tanaman pangan. Bila ingin lebih beragam, bisa diintegrasikan dengan memelihara hewan ternak, seperti ayam atau ikan. Limbah organik yang dihasilkan dari tanaman maupun hewan ternak, bisa diolah kembali menjadi kompos.

Penggagas Rumah Edukasi Biomethagreen ini menuturkan, ada beragam cara pengelolaan halaman yang bisa dilakukan, antara lain menanam pada media tanah bagi halaman yang masih memiliki tanah, bertanam menggunakan polybag atau metode hidroponik, hingga pemilihan ternak yang sesuai, seperti ayam kampung/broiler, ayam petelur, ternak burung kicau, atau budidaya ikan.

Pemilihan komoditas tanaman pangan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, segmen pasar jika tanaman akan dipasarkan, tingkat kesukaan atau hobi, luasan lahan, serta kondisi lingkungan.

“Integrasi tujuannya menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Jangan sampai malah menimbulkan pencemaran dan mengganggu sekitar,” kata Dr. Fatah. (Okky Adiana).